MARITIMPOST.Com, Jakarta – Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang TOP GRC Awards 2025 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (8/9/2025).
Perusahaan memperoleh predikat TOP GRC Awards #4 Star (Very Good). Selain itu, Komisaris Utama Pertamina Drilling, Gema Iriandus Pahalawan, dinobatkan sebagai The High Performing Commissioner on GRC 2025, sementara Direktur Utama Avep Disasmita menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2025.
Ajang yang mengusung tema “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC” ini merupakan program pembelajaran dan apresiasi terbesar di Indonesia dalam bidang tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, & Compliance/GRC). Tahun ini, lebih dari 900 perusahaan ikut serta dalam penilaian yang dilakukan secara objektif dan independen oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis, akademisi, serta asosiasi profesi.
“Penghargaan ini adalah wujud pengakuan atas kerja keras seluruh insan Pertamina Drilling dalam membangun sistem tata kelola yang transparan, manajemen risiko yang matang, serta kepatuhan yang konsisten. Kami akan terus memperkuat implementasi GRC agar mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan dan berkontribusi bagi perekonomian nasional,” ujar Gema Iriandus Pahalawan.
Senada, Avep Disasmita menegaskan penghargaan ini menjadi dorongan moral sekaligus tanggung jawab bagi manajemen. “Penerapan GRC bukan hanya sekadar kepatuhan, tetapi menjadi fondasi bagi Pertamina Drilling untuk tumbuh berkelanjutan, menjaga kepercayaan stakeholder, serta mendukung ketahanan energi nasional. Kami berkomitmen untuk menjadikan GRC sebagai budaya kerja di seluruh lini perusahaan,” katanya.
TOP GRC Awards 2025 diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA (Indonesia Risk Management Professional Association), ICoPI (Institute Compliance Professional Indonesia), dan PaGi (Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia). Ajang ini juga mendapat dukungan dari konsultan bisnis serta akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung.
