MARITIMPOST.Com, Balikpapan — PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Regional VI memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman keamanan siber yang berpotensi mengganggu operasional bandar udara. Langkah tersebut dilakukan melalui Simulasi Penanganan Insiden Siber pada Layanan Sistem Check-in yang digelar secara on site dan hybrid.
Simulasi ini menjadi bagian dari upaya InJourney Airports meningkatkan kemampuan respons terhadap insiden siber sekaligus menguji kesiapan koordinasi antarpihak apabila terjadi gangguan pada sistem digital yang menopang layanan kebandarudaraan.
Kegiatan dilaksanakan oleh tim Technology & Digitalization Head Office bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dengan melibatkan Kantor Regional VI dan empat kantor cabang, yakni Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan (BPN), Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin (BDJ), Bandara Supadio Pontianak (PNK), dan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya (PKY).
Pelaksanaan secara hybrid memungkinkan keterlibatan peserta dari berbagai lokasi sekaligus memperkuat kesamaan pemahaman mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi potensi insiden keamanan siber.
Regional CEO VI InJourney Airports, Minggus E.T. Gandeguai, menekankan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi risiko siber yang dapat berpengaruh terhadap operasional perusahaan. Kesiapan tersebut tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga mencakup prosedur yang jelas, pembagian peran, koordinasi lintas pihak, serta kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan.
Sejalan dengan semakin tingginya pemanfaatan teknologi digital, sistem informasi menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan layanan kebandarudaraan, termasuk proses check-in penumpang. Gangguan terhadap sistem tersebut dapat berdampak pada kelancaran pelayanan sehingga membutuhkan respons yang cepat, terukur, dan terkoordinasi.
Communication Department Head Kantor Regional VI, Surya Eka, mengatakan kesiapsiagaan siber perlu dibangun sebagai bagian dari budaya organisasi, bukan semata-mata sebagai respons ketika gangguan terjadi.
“Kesiapan menghadapi insiden siber perlu dibangun melalui penguatan SDM, prosedur respons, dan kolaborasi antara unit internal perusahaan dengan para pemangku kepentingan terkait,” ujar Surya Eka.
Untuk memperkuat kemampuan tersebut, InJourney Airports Regional VI juga telah membentuk Computer Security Incident Response Team Regional VI (REG VI-CSIRT). Tim ini menjalankan fungsi tanggap insiden keamanan siber di lingkungan Kantor Regional VI, mulai dari mendukung proses penanganan dan investigasi hingga mitigasi risiko, pemulihan, serta penyusunan laporan teknis sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
Simulasi penanganan insiden menjadi sarana untuk menguji kesiapan tersebut melalui skenario yang menyerupai kondisi gangguan pada layanan sistem check-in. Peserta tidak hanya membahas alur respons, tetapi juga mengidentifikasi pembagian peran dan tanggung jawab, pola koordinasi, hingga mekanisme pengambilan keputusan ketika terjadi insiden.
Menurut Surya Eka, simulasi juga memiliki fungsi penting untuk menemukan celah yang masih perlu diperbaiki sebelum organisasi menghadapi insiden yang sebenarnya.
“Pelaksanaan simulasi ini menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman mengenai alur respons, pembagian peran dan tanggung jawab, koordinasi stakeholder, serta mekanisme pengambilan keputusan ketika menghadapi potensi gangguan terhadap layanan sistem check-in,” katanya.
Simulasi tersebut turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan sektor penerbangan dan keamanan siber, antara lain BSSN, Otoritas Bandar Udara, AirNav Indonesia, perwakilan maskapai penerbangan, komunitas ground handling, serta pihak terkait lainnya.
Keterlibatan lintas pemangku kepentingan dinilai penting karena operasional bandar udara merupakan ekosistem yang saling terhubung. Gangguan pada satu sistem dapat berimplikasi terhadap proses layanan yang melibatkan banyak pihak, sehingga penanganannya membutuhkan kesamaan persepsi dan koordinasi yang solid.
Melalui kegiatan tersebut, InJourney Airports Regional VI tidak hanya menguji prosedur teknis penanganan insiden, tetapi juga memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi risiko digital yang semakin kompleks.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen InJourney Airports untuk menjaga operasional bandar udara tetap aman, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga di tengah meningkatnya ketergantungan sektor penerbangan terhadap teknologi digital.
