MARITIMPOST.Com, Balikpapan – Pelaksanaan uji coba pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) secara digital berdampak signifikan terhadap peningkatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Balikpapan. Dalam sebulan terakhir, jumlah warga yang mengaktifkan IKD meningkat dari sekitar 8 persen menjadi 15 persen atau setara dengan 80.000 penduduk.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan, Tirta Dewi, mengatakan peningkatan tersebut terjadi karena IKD menjadi syarat utama bagi masyarakat yang ingin mengakses layanan Perlinsos digital.
“Alhamdulillah, adanya pendaftaran Perlinsos secara digital membuat aktivasi IKD terus bergerak naik. Saat ini aktivasi IKD di Balikpapan sudah mencapai 15 persen atau sekitar 80.000 jiwa,” ujar Tirta Dewi, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, sebelum program uji coba diberlakukan, tingkat aktivasi IKD di Balikpapan masih berada di kisaran 8 persen. Sejak proses pendaftaran Perlinsos dilakukan secara digital, masyarakat mulai berbondong-bondong mengaktifkan identitas kependudukan digital mereka.
Menurut Tirta, seluruh proses pendaftaran bantuan sosial kini dilakukan melalui platform digital pemerintah yang hanya dapat diakses menggunakan akun IKD yang telah aktif.
“Semua pendaftaran melalui situs Perlinsos wajib menggunakan IKD. Jadi masyarakat terlebih dahulu harus mengaktifkan IKD sebelum dapat mengakses layanan tersebut,” katanya.
Selain IKD, masyarakat juga diwajibkan menyiapkan Nomor ID Pelanggan PLN sebagai bagian dari proses verifikasi data. Sistem tersebut memungkinkan calon pendaftar mengetahui secara langsung hasil penilaian kelayakan sebagai penerima bantuan sosial.
“Melalui sistem ini, setiap orang bisa mengetahui secara langsung dan transparan apakah mereka layak atau tidak menjadi penerima bantuan sosial,” ujar Tirta.
Menurutnya, digitalisasi Perlinsos merupakan bagian dari pengembangan sistem pemerintah pusat untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial sekaligus memastikan penyalurannya lebih tepat sasaran.
Pemerintah pusat juga menetapkan target digitalisasi Perlinsos di Balikpapan mencapai 70 persen atau sekitar 187.000 kepala keluarga dari total 268.052 kepala keluarga yang tercatat di kota tersebut.
“Target dari pemerintah pusat untuk digitalisasi Perlinsos minimal 70 persen, atau sekitar 187.000 kepala keluarga dari total 268.052 kepala keluarga yang ada di Balikpapan,” jelasnya.
Tirta menegaskan, pendaftaran Perlinsos digital tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang selama ini menerima bantuan sosial, tetapi terbuka bagi seluruh warga Balikpapan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari uji coba kesiapan sistem dan server aplikasi sebelum diterapkan secara lebih luas.
“Semua warga bisa mendaftar, baik secara mandiri maupun melalui agen bantuan. Ini juga menjadi bagian dari pengujian kapasitas sistem dan server aplikasi Perlinsos digital,” katanya.
Untuk mendukung percepatan pelaksanaan program, Disdukcapil Balikpapan membuka layanan aktivasi IKD dan pendampingan pendaftaran Perlinsos digital di seluruh kantor kelurahan.
“Petugas di setiap kelurahan siap membantu masyarakat mulai dari proses aktivasi IKD hingga pendaftaran Perlinsos digital sampai selesai,” pungkas Tirta.
