Transformasi Balikpapan Utara: Dari Singkong hingga Digitalisasi, Strategi Umar Adi Bangun Wilayah Berbasis Potensi

MARITIMPOST.Com, BalikpapanBalikpapan Utara mulai mengarahkan pembangunan wilayahnya berbasis potensi lokal dan penguatan data. Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, menegaskan bahwa program yang ada saat ini merupakan kelanjutan sekaligus penyempurnaan dari program sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai program pemerintah sebelumnya telah berjalan dengan baik, sehingga fokus saat ini adalah melengkapi dan mengembangkan ke depan.

“Ya kalau yang sudah terlaksana oleh camat-camat sebelumnya pastinya sudah banyak ya, jadi kami tinggal melengkapi bahwa kelengkapan fitur dari perencanaan program dan kegiatan ke depannya,” ujar Umar Adi, Kamis (23/4/2026).

Salah satu fokus utama adalah pengembangan potensi wilayah, terutama sektor pangan berbasis lokal. Singkong menjadi komoditas yang dinilai strategis untuk dikembangkan.

Menurutnya, singkong dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi dan mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Potensi wilayah karena Balikpapan Utara itu dikenal memiliki sumber daya alam ataupun tanaman singkong misalnya, mudah-mudahan bisa jadi berbagai produk,” jelasnya.

Selain singkong, komoditas lain seperti bawang tiwai di wilayah Graha juga tengah dikembangkan menjadi identitas baru kawasan tersebut.

Di sisi lain, program berbasis lingkungan juga menjadi perhatian, terutama di Muara Rapak dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Artinya ramah lingkungan disana itu sudah ada pilot projeknya yang tumbuh kembang dengan baik sebagai kampung proklim,” tambah Umar.

Penguatan digitalisasi juga mulai dilakukan, terutama dalam pendataan wilayah dan kependudukan untuk mendukung perencanaan yang lebih akurat.

Dengan berbagai langkah ini, Balikpapan Utara diharapkan mampu menjadi wilayah yang mandiri, berbasis potensi lokal, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Exit mobile version