MARITIMPOST.Com, Jakarta – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang jasa pengeboran migas itu berhasil meraih Juara Pertama (First Place) dalam ajang IOEM Society Award 2026 pada kategori Onsite Supply Chain and Logistics Competition yang digelar dalam rangkaian 7th Asia Pacific IEOM Conference di Bangkok, Thailand.
Penghargaan tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul “From Waste to Value in Drilling Operations: MFA of PERTAMINA’s Circular Uniform Upcycling Initiative”, yang mengangkat inovasi pengelolaan limbah seragam kerja berbasis ekonomi sirkular di lingkungan perusahaan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Pertamina Drilling dinyatakan sebagai peraih peringkat pertama setelah unggul atas berbagai peserta dari sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik. Penyerahan trofi penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026 di Bangkok, Thailand.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan insan perusahaan mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat global.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari insan Pertamina Drilling mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat global. Penghargaan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan dalam aspek operasional dan manajemen rantai pasok, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip keberlanjutan melalui implementasi ekonomi sirkular yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan bisnis,” ujar Avep saat dijumpai di kantornya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Avep, keberhasilan tersebut sejalan dengan transformasi perusahaan yang terus mendorong lahirnya inovasi di berbagai lini organisasi untuk mendukung kinerja bisnis sekaligus pencapaian target keberlanjutan.
“Kami akan terus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mendukung kinerja operasional, efisiensi sumber daya, serta pencapaian target ESG perusahaan. Pengakuan internasional ini menjadi motivasi bagi seluruh perwira Pertamina Drilling untuk terus berkontribusi menghadirkan solusi yang berdampak bagi industri energi nasional dan global,” tuturnya.
Karya ilmiah yang mengantarkan Pertamina Drilling meraih penghargaan dipresentasikan oleh Ade Barkah Darmond dari Pertamina Drilling bersama Dina Nurul Fitria dari Universitas Trilogi. Penelitian tersebut mengusung pendekatan Material Flow Analysis (MFA) untuk mengelola seragam kerja yang sudah tidak digunakan agar dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan mampu mengurangi limbah tekstil sekaligus menciptakan nilai tambah dari material yang sebelumnya tidak lagi dimanfaatkan. Inisiatif ini juga mendukung implementasi prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan yang kini menjadi fokus berbagai industri di dunia.
Ade Barkah Darmond menilai penghargaan tersebut menunjukkan bahwa program keberlanjutan yang dijalankan perusahaan memiliki dampak nyata dan mendapat pengakuan secara internasional.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa inisiatif keberlanjutan yang dilakukan Pertamina Drilling tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai akademis dan operasional yang diakui dunia internasional. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi industri energi dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular secara lebih luas,” ujar Ade.
Dalam kompetisi tersebut, posisi kedua diraih tim dari Indian Institute of Management (IIM) Raipur, India, sementara peringkat ketiga diraih tim dari RV College of Engineering, Bangalore, India.
Prestasi ini semakin memperkuat posisi Pertamina Drilling sebagai perusahaan jasa pengeboran yang tidak hanya fokus pada kinerja operasional, tetapi juga aktif mendorong inovasi berkelanjutan melalui penerapan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari industri energi Indonesia mampu bersaing dan mendapat apresiasi di panggung global.
