MARITIMPOST.Com, Aceh Tamiang – Upaya pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang mendapat perhatian langsung dari pimpinan TNI dan Polri. Rabu (28/1/2026), Wakil Panglima TNI bersama Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol), para Gubernur Akademi Angkatan, serta pejabat utama Akpol meninjau lokasi pembersihan sisa banjir yang dikerjakan para Taruna.
Peninjauan difokuskan pada dua fasilitas publik yang terdampak cukup parah, yakni SD Tualang Cut 1 dan Puskesmas Manyak Payed. Kedua lokasi tersebut menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan layanan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan kehadiran para pimpinan lintas institusi ini bukan hanya untuk melihat progres pekerjaan, tetapi juga memastikan fasilitas umum bisa segera difungsikan kembali.
“Kunjungan kerja Wakil Panglima TNI bersama Gubernur Akpol dan para Gubernur Akademi Angkatan ini bertujuan meninjau langsung proses sasaran fisik pembersihan sisa lumpur dan material pascabanjir yang dilaksanakan oleh Taruna Akpol. Kami ingin memastikan fasilitas pendidikan dan kesehatan dapat segera digunakan kembali oleh warga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Selain meninjau proses pembersihan, rombongan juga berdialog dengan warga terdampak dan menyalurkan bantuan sosial. Interaksi tersebut diharapkan mampu memberikan dorongan moral bagi masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah bencana banjir bandang.
Menurut Trunoyudo, keterlibatan langsung para Taruna di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter calon perwira.
“Selain peninjauan, rombongan juga menyerahkan bantuan serta berinteraksi dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan moral dan kepedulian terhadap pemulihan pascabencana. Ini merupakan bagian dari pembentukan karakter Taruna agar senantiasa peka terhadap kesulitan rakyat,” pungkasnya.
Hingga kini, kerja sama antara TNI, Polri, Taruna, dan masyarakat setempat masih terus berlangsung. Pembersihan sisa lumpur dan material banjir dipercepat agar aktivitas sosial dan ekonomi warga Aceh Tamiang dapat kembali berjalan secara bertahap.
