Program Pemberdayaan Masyarakat Pertamina Kalimantan Mendunia, Borong Penghargaan CSR dan ESG Internasional

MARITIMPOST.Com, Balikpapan – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan berhasil menghadirkan dampak nyata yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan lingkungan di wilayah operasionalnya.

Berbagai program yang dijalankan mengedepankan kolaborasi dengan masyarakat serta pemanfaatan potensi lokal guna menciptakan komunitas yang mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

Di Integrated Terminal (IT) Banjarmasin, Pertamina mengembangkan program PASAR TERAS BERSAMA yang berfokus pada pengelolaan sampah organik, budidaya ikan lele, edukasi kesehatan, hingga penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat. Sementara itu, IT Pontianak menghadirkan transformasi Posyandu Aster melalui layanan kesehatan digital terintegrasi yang didukung pemberdayaan perempuan dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Program pemberdayaan juga dijalankan Fuel Terminal (FT) Tarakan melalui BLACKGOLD, sebuah inisiatif ekonomi sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), dan penguatan ketahanan pangan masyarakat.

Di Kalimantan Barat, Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio mengembangkan berbagai inovasi berbasis lingkungan, mulai dari pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, pemberdayaan perempuan, hingga pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan.

Sementara itu, AFT Syamsudin Noor menjalankan program Eco Green School yang mendorong penggunaan energi ramah lingkungan serta membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar. Adapun AFT Sepinggan mengembangkan program TALISERA yang berfokus pada pengelolaan limbah organik rumah tangga berbasis ekonomi sirkular guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan seluruh program TJSL perusahaan dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang melalui inovasi sosial dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Program-program TJSL yang dijalankan tidak hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat, penguatan kapasitas komunitas, serta menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap tantangan sosial dan lingkungan di wilayah operasional perusahaan,” ujar Edi.

Implementasi program yang konsisten tersebut turut mengantarkan Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan meraih sejumlah penghargaan pada ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 23 April 2026.

Dalam ajang internasional tersebut, Pertamina berhasil meraih Gold Award kategori Product Excellence melalui AFT Supadio dan Gold Award kategori Best Community Program melalui IT Banjarmasin.

Selain itu, Silver Award diraih pada kategori Empowerment of Women oleh AFT Supadio, serta kategori Best Community Program yang diberikan kepada AFT Supadio, AFT Syamsudin Noor, AFT Sepinggan, dan FT Tarakan. Sementara Bronze Award diraih pada kategori Best Environmental Excellence oleh AFT Supadio dan kategori Empowerment of Women oleh IT Pontianak.

Menurut Edi, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperluas dampak positif program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, komunitas, hingga para perwira Pertamina yang terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang berdampak positif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam aspek pengentasan kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, serta pembangunan komunitas yang tangguh dan berkelanjutan.

Exit mobile version