Pertamina RU 5 Gelar Major Emergency Drill Level 2, Simulasikan Gempa 6,5 Magnitudo di Balikpapan

MARITIMPOST.Com, BalikpapanPT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) RU 5 Balikpapan menggelar Major Emergency Drill Level 2 pada Kamis, 9 Maret 2025, dengan skenario gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo yang berpusat di Kutai Kartanegara. Latihan berskala besar ini mensimulasikan kondisi darurat yang berdampak pada operasional kilang dan lingkungan sekitar.

General Manager PT KPI RU 5, Novi Handoyo Anto, menjelaskan bahwa dalam skenario tersebut, getaran gempa dirasakan cukup kuat di area kilang dan apartemen Amarilis, tempat tinggal para pekerja. Simulasi mencakup terjadinya gangguan pada sistem kendali utama (Distributed Control System / DCS), kebakaran di laboratorium, serta evakuasi korban cedera dari fasilitas kerja dan hunian.

“Berpusat di Kutai Kartanegara besarnya 6,5 maknitudo, cukup besar dan tentunya sangat dirasakan oleh warga masyarakat Balikpapan dan tentunya dirasakan juga oleh kilang kami PT Kilang Pertamina Internasional RU5 Balikpapan dan apartemen Amarilis,” kata Anto.

Dalam latihan ini, dilaporkan dua pekerja mengalami luka serius yang harus dievakuasi ke Rumah Sakit Pertamina Pusat di Jakarta, sementara dua penghuni apartemen Amarilis mengalami cedera di bagian mata dan tulang, serta satu orang mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

Operasional kilang dalam skenario tetap berjalan dengan aman tanpa perlu dilakukan penghentian total (shutdown). Kapasitas produksi hanya diturunkan sementara untuk menjaga keamanan sistem hingga DCS kembali berfungsi normal.

“Alhamdulillah dengan kondisi tersebut tidak perlu melakukan shutdown kilang, hanya cukup menurunkan kapasitas hingga turn down ratio,” jelasnya.

Simulasi juga menguji kecepatan dan koordinasi tim tanggap darurat PT KPI RU 5 bersama BPBD Balikpapan, pemerintah daerah, dan Pertamina Group. Tim gabungan berhasil menanggulangi kebakaran, memulihkan kendali sistem, serta mengevakuasi korban sesuai prosedur penanganan darurat.

Selain fokus pada keselamatan pekerja, Pertamina RU 5 juga menyiapkan skenario bantuan bagi masyarakat sekitar apartemen yang berpotensi terdampak, khususnya di kawasan Kampung Baru Ilir yang memiliki kontur tanah berbukit dan rawan longsor.

Novi Handoyo Anto menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, baik di lingkungan kilang maupun wilayah sekitar. Melalui Major Emergency Drill Level 2 ini, Pertamina RU 5 menegaskan pentingnya kolaborasi, kecepatan respon, dan kesiapan fasilitas pendukung seperti pusat komando darurat (puskodal) dalam menghadapi potensi bencana nyata.

Latihan berskala besar tersebut diharapkan menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran bagi seluruh tim untuk memastikan keamanan kilang, keselamatan pekerja, serta kelangsungan pasokan energi bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Exit mobile version