MARITIMPOST.Com, Balikpapan – Komitmen pelayanan publik di Kelurahan Sepinggan Baru menjadi sorotan, seiring dengan pendekatan humanis yang diterapkan oleh Lurah Sarbin Syata dalam melayani masyarakat.
Berbeda dari kebanyakan pelayanan administratif yang dibatasi waktu, pihak kelurahan tetap membuka diri melayani warga meskipun di luar jam operasional.
Sarbin menegaskan bahwa prinsip utama yang dipegang adalah memberikan pelayanan maksimal tanpa mempersulit masyarakat.
“Pelayanan masyarakat di kelurahan itu sampai setengah dua sudah tutup pelayanan,” jelasnya.
Namun demikian, ia memastikan bahwa pelayanan tidak berhenti begitu saja ketika waktu operasional berakhir.
“Tapi kalau ada orang datang setelah itu, kita tetap layani,” tegas Sarbin.
Pendekatan ini didasari oleh pemahaman bahwa masyarakat yang datang ke kantor kelurahan memiliki kebutuhan mendesak yang harus dihargai.
Ia juga menambahkan bahwa setiap warga yang datang tetap diterima dan ditangani semaksimal mungkin.
“Artinya kita tidak menyia-nyiakan warga itu datang ke sini,” ujarnya.
Tak hanya pada hari kerja, Sarbin juga aktif turun langsung ke masyarakat bahkan pada akhir pekan dan hari libur.
Ia menyebut bahwa peran lurah tidak mengenal waktu, terutama dalam menghadiri kegiatan sosial dan keagamaan warga.
Kehadirannya dianggap penting sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
Dengan moto “melayani bukan dilayani”, Kelurahan Sepinggan Baru berupaya membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang responsif dan inklusif.
Pendekatan ini diharapkan menjadi contoh bagi pelayanan publik lainnya dalam meningkatkan kualitas hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
