MARITIMPOST.Com, Balikpapan – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menyerahkan bantuan 20 unit komposter untuk mendukung Program Clean, Green and Healthy (CGH) Kota Balikpapan Tahun 2026. Bantuan tersebut diharapkan mendorong masyarakat mengolah sampah organik sejak dari sumbernya sekaligus mendukung target pengurangan sampah di Kota Balikpapan.
Bantuan diserahkan Vice President Legal & Relation KPB, Asep Sulaeman, dan langsung didistribusikan kepada kelurahan peserta CGH. Penyerahan berlangsung di hadapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, para lurah, serta perwakilan kelurahan peserta CGH.
Turut hadir perwakilan pengelola bank sampah, Thomas dari Bank Sampah Prapatan.
Asep mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen KPB untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan sekaligus menjaga lingkungan Kota Balikpapan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Melalui dukungan ini, KPB berharap masyarakat semakin terdorong untuk mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, serta meningkatkan partisipasi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Menurut Asep, dukungan tersebut juga diharapkan dapat membantu membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga lingkungan.
Program CGH merupakan salah satu gerakan yang dijalankan Pemerintah Kota Balikpapan untuk mendukung terwujudnya Gerakan Indonesia Asri.
Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana mengatakan Program CGH telah berjalan sejak sekitar 2007–2008. Program tersebut diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di tingkat rukun tetangga (RT).
Pada 2026, kompetisi CGH diikuti sekitar 126 RT dari 24 kelurahan. Jumlah tersebut berasal dari total 34 kelurahan yang ada di Kota Balikpapan.
Sudirman mengapresiasi dukungan KPB terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, keberhasilan CGH tidak dapat hanya mengandalkan lurah, ketua RT, dan masyarakat.
Pengelolaan sampah Balikpapan dari hulu hingga hilir, kata dia, membutuhkan pembiayaan sekitar Rp95 miliar hingga Rp100 miliar per tahun atau sekitar 3 persen dari total APBD.
Dengan timbulan sampah sekitar 550 ton per hari, Balikpapan telah mencapai tingkat pengurangan sampah sekitar 34 persen pada 2025. Capaian tersebut melampaui target RPJMN sebesar 30 persen.
Selanjutnya, Balikpapan menargetkan pengurangan sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) minimal 50 persen pada 2029 sesuai kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup.
Tantangan pengelolaan sampah juga masih terlihat dari jumlah bank sampah aktif yang menurun setelah pandemi. Saat ini, jumlah bank sampah aktif diperkirakan sekitar 60–65 unit, dibandingkan sebelumnya yang mencapai 120–170 unit.
Sudirman berharap bantuan komposter dari KPB dapat membantu masyarakat mengolah sampah organik menjadi kompos. Dengan demikian, sampah yang dibawa ke TPA dapat lebih banyak berupa residu.
Dukungan KPB terhadap pengelolaan lingkungan di Balikpapan juga telah dilakukan melalui sejumlah program sebelumnya. Pada 2025, KPB bersama DLH melalui UPTD TPAS Manggar merevitalisasi fasilitas edukasi pengolahan sampah organik berbasis budidaya maggot bernama OMAYGOT (Omah Budidaya Maggot).
Setahun sebelumnya, KPB bersama DLH menyalurkan 50 gerobak sampah. KPB juga memfasilitasi berbagai permohonan dari kelurahan dan sekolah, mulai dari bantuan gerobak sampah hingga tempat sampah terpilah.
Di bidang penghijauan, KPB bersama DLH turut melakukan penanaman pohon peneduh, pohon endemik, dan mangrove, serta mendukung rehabilitasi lahan untuk Kawasan Olahraga Terpadu.
Sejak 2023, sekitar 2.096 pohon telah ditanam. Jenisnya antara lain tabebuya merah muda dan putih, eucalyptus, pulai, meranti, asem jawa, angsana, anting putri, elai, bambu, dan mangrove.
Sudirman menilai kerja sama antara DLH dan KPB berjalan baik sejak dirinya bertugas pada 2022. Ia berharap kemitraan tersebut terus ditingkatkan, khususnya dalam mendukung keberhasilan program CGH.
Ia juga mengajak perusahaan swasta lainnya untuk turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan di Kota Balikpapan.
Di tengah berjalannya proyek RDMP Balikpapan yang telah melewati fase konstruksi dan memasuki tahapan berikutnya, KPB menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas kilang, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan tumbuh bersama masyarakat Balikpapan.













