MARITIMPOST.Com, Balikpapan – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Kalimantan Timur memperkuat sinergi lintas instansi dalam mewujudkan angkutan barang yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi keselamatan kendaraan angkutan barang yang digelar di Terminal Penumpang Pelabuhan Semayang, Balikpapan.
Kegiatan ini diikuti para pengemudi dan pemilik kendaraan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) serta pelaku usaha di kawasan pelabuhan dengan fasilitasi dari Pelindo. Narasumber yang hadir berasal dari berbagai lembaga, antara lain Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), dan Jasa Raharja.
Kepala BPTD Kaltim, Renhard Ronald, menyampaikan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya keselamatan transportasi di sektor logistik. Melalui pelibatan langsung para pengemudi dan pemilik kendaraan, pesan keselamatan diharapkan dapat tersampaikan secara efektif hingga ke pelaku di lapangan.
“Ini sebuah kolaborasi yang baik. Harapan kita apa yang kita sampaikan ini sampai ke targetnya, langsung ke orangnya, langsung ke pelakunya,” tegas Renhard.
Renhard menilai, kegiatan ini juga berfungsi sebagai forum koordinasi antarinstansi untuk menyatukan pandangan mengenai pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan teknis kendaraan. Salah satu fokus pembahasan adalah pengawasan terhadap kendaraan bermuatan dan berdimensi berlebih (ODOL) yang tidak hanya berisiko terhadap keselamatan lalu lintas, tetapi juga menimbulkan kerusakan infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BPJN.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan, BPTD Kaltim akan melanjutkan kegiatan serupa melalui roadshow keselamatan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, seperti Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Bontang, Penajam Paser Utara, dan Paser.
“Kita akan usahakan dalam tahun ini kita bisa roadshow seperti ini,” jelasnya.
Dalam setiap kegiatan, BPTD Kaltim akan terus melibatkan Ahmad Wildan, Investigator Senior KNKT, sebagai narasumber utama. Materi yang dibawakan Wildan dinilai penting karena didukung oleh pengalaman dan data investigasi mendalam mengenai penyebab teknis dan faktor manusia dalam kecelakaan kendaraan besar.
Sinergi antara BPTD Kaltim, KNKT, Ditlantas, Pelindo, BPJN, dan Jasa Raharja diharapkan menjadi model kolaborasi terpadu dalam meningkatkan keselamatan transportasi darat di Kalimantan Timur. Dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, sistem angkutan barang diharapkan dapat berjalan lebih tertib, efisien, dan selamat bagi seluruh pengguna jalan.
