Oleh: Budi Muhaeni
Bapak, Ibu, dan saudara-saudara yang saya hormati, Mari kita merenung sejenak. Dalam hidup ini, setiap kita pasti pernah tergelincir, pernah salah, bahkan mungkin jatuh dalam dosa. Namun, Allah Maha Pengasih, selalu membuka pintu taubat dan jalan perbaikan. Kuncinya ada pada kebiasaan yang kita rawat, niat baik yang diiringi perbuatan baik secara terus-menerus.
Coba kita bayangkan sebuah perumpamaan sederhana dari kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang sedang pilek lalu mengeluarkan ingus di lantai kamar mandi, maaf, kalau lantainya kering dan ingus itu tidak segera disiram, maka dia akan lengket. Membersihkannya jadi sulit, perlu diguyur berkali-kali, bahkan kadang harus digosok dengan kaki. Itu melelahkan, bahkan menjijikkan.
Tapi, kalau lantai kamar mandi itu basah, apalagi dialiri air, ingus tersebut tidak sempat lengket. Ia
langsung hanyut, bersih, tanpa perlu tenaga ekstra.
Begitu pula dengan hati manusia. Jika hati kita kering dari dzikir, dari ibadah, dari amal-amal baik yang rutin, maka dosa kecil yang menempel bisa menjadi kerak yang keras. Menghapusnya butuh perjuangan besar, sakit, bahkan penuh penyesalan yang mendalam.
Namun bila hati kita senantiasa dialiri air kebaikan, sholat tepat waktu, dzikir, sedekah, membantu sesama, membaca Qur’an, mendoakan saudara, maka keburukan yang datang tidak sempat melekat. Ia hanyut bersama derasnya aliran amal sholih.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya.” (HR. Tirmidzi)
Artinya, amal baik itu ibarat air yang terus mengalir. Kalau rutin kita lakukan, maka kesalahan kecil tidak punya kesempatan menempel di hati.
Dan ketahuilah, dosa itu hakikatnya bukan hanya noda, tetapi sesuatu yang menjijikkan, bahkan membahayakan kita, di dunia maupun di akhirat. Karena itu, jangan biarkan ia melekat. Segera siram dengan taubat dan kebiasaan baik sebelum ia menjadi kerak yang sulit dilepaskan.
Saudara-saudaraku,
Inilah pelajaran dari alam: menjaga hati agar tetap “basah” dengan kebaikan jauh lebih mudah daripada berjuang membersihkan kerak dosa yang sudah lama melekat. Maka jangan remehkan kebaikan-kebaikan kecil. Senyum yang tulus, menyingkirkan duri dari jalan, menolong teman, bahkan sekadar mendoakan orang lain, itu semua air yang menyejukkan hati kita.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang terbiasa dengan kebaikan, sehingga hati kita senantiasa bersih dan ringan untuk terus mendekat kepada-Nya.
