MARITIMPOST.Com, Balikpapan – Bea Cukai Balikpapan bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur menetapkan Instruksi Kerja Mandiri (IKM) Marine Product untuk memperkuat kepastian layanan ekspor komoditas kelautan dari Balikpapan.
Instruksi kerja bernomor INS-01/KBC.1601/2025 ini menjadi solusi antisipatif terhadap potensi gangguan sistem layanan kepabeanan maupun karantina. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kelancaran ekspor produk laut, terutama komoditas hidup yang sangat peka waktu (time-sensitive).
Komoditas perikanan segar dari Balikpapan menuntut pengiriman tepat waktu. Keterlambatan sekecil apa pun bisa menurunkan mutu dan menimbulkan kerugian materiil, apalagi dengan terbatasnya penerbangan langsung ke luar negeri dari bandara setempat. Dengan adanya instruksi kerja ini, proses ekspor tetap dapat dilakukan meski sistem elektronik mengalami kendala.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Balikpapan, Sagita Tirta Gunawan, menjelaskan bahwa penerapan instruksi kerja mandiri memberi tiga manfaat utama bagi eksportir. Pertama, jaminan kepastian layanan ekspor di tengah potensi gangguan sistem. Kedua, pencegahan risiko kegagalan pengiriman yang dapat merugikan pelaku usaha.
“Ketiga, mendukung kelancaran logistik, proses ekspor komoditas yang urgent dan membutuhkan penanganan cepat ini dapat terus berlangsung tanpa hambatan berarti di bandar udara wilayah Balikpapan,” jelas Tirta.
Inovasi tersebut mendapat peninjauan langsung dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada 24 September 2025, sebagai bagian dari penilaian menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Menurut Sagita, kolaborasi Bea Cukai dan Karantina Kaltim menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim ekspor yang kondusif sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan daya saing produk unggulan kelautan Kalimantan Timur.
“Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat KPPBC TMP B Balikpapan dan BBKHIT Provinsi Kalimantan Timur dalam menjaga iklim ekspor yang kondusif, ” tegasnya.
