MARITIMPOST.Com, Jakarta – Kegiatan pengeboran minyak dan gas yang dijalankan PT Pertamina Drilling Services Indonesia tetap berlangsung selama bulan Ramadan 1447 H/2026. Operasional dilakukan oleh lebih dari 3.000 kru yang tersebar di berbagai wilayah kerja perusahaan di Indonesia.
Sebanyak 37 rig dioperasikan di sejumlah wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Papua. Kegiatan pengeboran tersebut dilakukan baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore) sebagai bagian dari dukungan terhadap kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas nasional.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menyampaikan bahwa operasional pengeboran tetap berjalan meski para pekerja menjalani ibadah puasa.
“Selama bulan puasa, seluruh kegiatan pengeboran tetap berjalan normal. Namun demikian, saya mengingatkan seluruh perwira untuk tetap mengutamakan faktor keselamatan, meskipun dalam kondisi berpuasa,” ujar Avep, Rabu (11/3/2026).
Dalam operasional tersebut, aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) disebut menjadi prioritas utama. Hal itu berkaitan dengan adanya penyesuaian pola istirahat dan jam makan selama Ramadan yang dapat memengaruhi kondisi fisik pekerja di lapangan.
Penerapan budaya saling mengingatkan antarpekerja juga ditekankan sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Selain itu, kewenangan penghentian pekerjaan atau Stop Work Authority (SWA) disebut dapat diterapkan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Dengan cakupan wilayah operasi yang luas dan jumlah kru yang besar, Pertamina Drilling disebut memegang peran penting dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas nasional.
Melalui operasional pengeboran yang tetap berjalan selama Ramadan, perusahaan jasa pengeboran tersebut tetap berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional di tengah berbagai tantangan sektor energi.
