MARITIMPOST.Com, Balikpapan — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus memperkuat penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar di Kota Balikpapan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi berjalan sesuai ketentuan pemerintah.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi yang disampaikan aliansi sopir truk dan mahasiswa pada Senin (4/5/2026). Menyikapi hal itu, audiensi digelar bersama DPRD Kota Balikpapan, mahasiswa, perwakilan sopir truk, serta BPH Migas selaku regulator pada Rabu (6/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas kondisi penyaluran Biosolar di Balikpapan sekaligus langkah strategis agar distribusi BBM subsidi semakin efektif dan tepat sasaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan dalam audiensi tersebut BPH Migas menyampaikan rencana evaluasi kuota penyaluran Biosolar di SPBU 6476119 KM 13 dan SPBU 6476110 KM 15 yang saat ini melayani distribusi selama 24 jam.
Selain itu, BPH Migas juga akan mengevaluasi usulan penambahan SPBU penyalur Biosolar yang diajukan Pemerintah Kota Balikpapan dan kini masih dalam proses administrasi.
“Pertamina pada prinsipnya mendukung langkah-langkah evaluasi yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan agar penyaluran Biosolar di Kota Balikpapan dapat semakin optimal, kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan penyaluran berjalan lebih tepat sasaran,” ujar Edi.
Sebagai upaya menjaga kelancaran distribusi di lapangan, Pertamina sejak Senin (4/5/2026) telah meningkatkan penyaluran Biosolar melebihi kuota harian yang ditetapkan.
Di SPBU 6476119 KM 13, penyaluran Biosolar ditingkatkan menjadi 64 kiloliter (KL) per hari atau sekitar 160 persen dari kuota harian. Sementara di SPBU 6476110 KM 15, distribusi ditingkatkan menjadi 40 KL per hari atau mencapai 162,5 persen dari kuota harian.
Meski demikian, peningkatan distribusi tetap dilakukan secara terukur agar kuota subsidi pemerintah dapat mencukupi hingga akhir tahun serta memastikan BBM subsidi diterima masyarakat yang berhak.
“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan stok dan kelancaran penyaluran di lapangan agar aktivitas masyarakat, khususnya sektor transportasi dan logistik, tetap berjalan optimal,” tambah Edi.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, sopir truk, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama mengawasi distribusi Biosolar subsidi agar tetap tepat sasaran.
Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan BBM subsidi secara bijak sesuai peruntukannya.
Melalui penerapan QR Code Subsidi Tepat, Pertamina berharap sistem distribusi Biosolar dapat lebih terkontrol sekaligus meningkatkan ketepatan sasaran penerima subsidi.
