MARITIMPOST.Com, Jakarta — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menerima kunjungan industri dari Career Development Center (CDC) Universitas Pertamina bersama Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, M. Husni Mubarak Lubis, di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan akademisi guna menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan sektor energi nasional.
Dalam agenda itu, tim CDC Universitas Pertamina berdiskusi langsung dengan Vice President Human Capital Pertamina Drilling, Abimanyu Suryadi, bersama perwakilan pengguna lulusan serta alumni Universitas Pertamina yang kini berkarier di perusahaan tersebut.
Dua alumni yang turut hadir dalam diskusi yakni Rika Yuniarti dari Program Studi Teknik Perminyakan angkatan 2018 dan Luthfi Milenia Ramadan dari Program Studi Teknik Elektro angkatan 2018.
Vice President Human Capital Pertamina Drilling, Abimanyu Suryadi, menegaskan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan industri agar lulusan memiliki kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja.
“Industri migas menuntut tidak hanya kompetensi teknis, tetapi juga kesiapan mental, budaya keselamatan, serta kemampuan adaptasi yang tinggi, baik di lingkungan kerja kantor maupun lapangan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama. Salah satunya penguatan aspek safety awareness yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan.
Selain itu, peningkatan kemampuan komunikasi, khususnya penguasaan bahasa Inggris, serta penguatan literasi digital juga dinilai penting untuk menjawab tantangan industri energi yang terus berkembang.
Kesiapan lulusan untuk bekerja di berbagai kondisi, baik di wilayah onshore maupun offshore, turut menjadi fokus pembahasan agar mahasiswa memiliki kesiapan sejak dini sebelum memasuki dunia profesional.
Sementara itu, pihak Universitas Pertamina menilai masukan dari industri memiliki peran penting dalam penyusunan strategi pengembangan kompetensi mahasiswa agar lebih adaptif dan kompetitif.
Melalui kegiatan tersebut, kedua pihak berharap sinergi antara dunia pendidikan dan industri semakin kuat, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi penyerapan tenaga kerja profesional di sektor energi nasional.
