MARITIMPOST.Com, Klamono – Suara gemericik air kini terdengar di Kampung Posa, Distrik Klamono, Papua Barat Daya. Pemandangan ini menjadi perubahan besar bagi warga yang selama bertahun-tahun hanya mengandalkan air hujan dan Sungai Klasafet untuk kebutuhan sehari-hari. Melalui program Corporate Impact Development (CID), PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menghadirkan instalasi Solar Water Treatment sebagai solusi berkelanjutan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 6, 7, dan 8.
Selama ini, krisis air bersih menjadi masalah utama, terutama saat musim kemarau. Air sungai yang keruh dan tidak layak konsumsi membuat warga harus hidup dalam keterbatasan. Kondisi tersebut berubah setelah Pertamina Drilling menghadirkan teknologi pengolahan air berbasis energi surya, hasil tindak lanjut Pemetaan Sosial BPS Kabupaten Sorong tahun 2024.
Program ini telah membantu sekitar 10 kepala keluarga di Kampung Posa. Sistem pengolahan memanfaatkan tenaga surya untuk memompa dan menyaring air sungai menjadi air layak pakai tanpa ketergantungan listrik atau bahan bakar.
“Bantuan akses air bersih berbasis solar water treatment dari Pertamina Drilling ini sangat bermanfaat untuk warga Kampung Posa. Ada sekitar 10 KK yang terbantu dengan bantuan ini. Ke depannya, kami akan kembangkan lagi untuk budidaya ikan air tawar dan pertanian hidroponik,” ujar Kepala Distrik Klamono, Oktofianus Kolin.
Dengan hadirnya sistem ini, warga kini dapat menikmati air bersih secara lebih mudah, efisien, dan berkelanjutan.
Teknologi ini memadukan pompa air tenaga surya dengan filter karbon aktif berbahan arang bonggol jagung. Inovasi lokal tersebut mampu menyerap berbagai zat pencemar secara optimal.
“Bantuan Pertamina Drilling bukan sekadar solar water treatment semata. Filter air yang digunakan memanfaatkan karbon arang aktif dari bonggol jagung. Air hasil filter ini sudah diuji di laboratorium Puskesmas Sorong Timur,” jelas Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita.
Ketua Kelompok Penerima Bantuan, Rein Kolin, turut merasakan langsung perubahan kualitas air. “Airnya jauh lebih jernih dari sebelumnya. Meski tetap perlu direbus sebelum diminum, kondisi air kini jauh lebih layak dan mudah diakses,” ujarnya sambil menunjukkan hasil penyaringan.
Sistem bekerja dengan menampung air sungai ke bak penampungan, menyaringnya menggunakan arang aktif, lalu menyalurkannya ke kolam bioflok dan toren distribusi. Seluruh proses digerakkan panel surya sehingga ramah lingkungan dan bebas emisi.
Program solar water treatment ini memperkuat komitmen Pertamina Drilling terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Pada aspek lingkungan, program ini membantu menyediakan air bersih sekaligus mengurangi penggunaan energi berbasis fosil. Dari sisi sosial, keterlibatan warga dalam pengelolaan fasilitas air dan pengembangan ekonomi seperti budidaya ikan serta hidroponik menjadi nilai tambah. Sementara pada sisi tata kelola, program ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Inisiatif ini tidak hanya memberikan akses air bersih, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bahwa layanan dasar dapat terpenuhi melalui inovasi dan kolaborasi.
“Program ini adalah bukti nyata bahwa energi tidak hanya menggerakkan industri, tapi juga kehidupan,” tutup Avep Disasmita.
