DP3AKB Balikpapan Dorong Zero ATS di Gunung Sari Ulu, Fokus Penuhi Hak Pendidikan Anak

MARITIMPOST.Com, Balikpapan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan bersama Forum Perlindungan Perempuan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU) melaksanakan program unggulan Zero ATS (Anak Tidak Sekolah) bertempat di Kampung Pustaka (Kampus), Jalan Gunung Rejo.

Zero ATS merupakan langkah strategis untuk memastikan anak-anak di GSU tidak ada lagi yang putus sekolah. Program ini dilaksanakan melalui mekanisme penjangkauan, baik dari laporan masyarakat maupun identifikasi langsung di lapangan. Anak-anak yang ditemukan tidak bersekolah akan didampingi dan difasilitasi kembali ke jalur pendidikan melalui kerja sama dengan kelurahan, kecamatan, serta lembaga pendidikan seperti SKB.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi, menegaskan bahwa Zero ATS adalah bentuk komitmen pemerintah dalam pemenuhan hak anak.

“Itu pendampingan, memfasilitasi kolaborasi sinerginya tentang target Zero ATS di wilayah Kecamatan Balikpapan Tengah, khususnya di Keluaran GSU,” ujarnya.

Menurut Umar, perlindungan anak di Balikpapan tidak hanya berfokus pada penanganan kasus kekerasan atau pelecehan, tetapi juga pada pemenuhan hak dasar anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pendampingan sosial. Karena itu, DP3AKB mendorong setiap kecamatan mengembangkan program unggulan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Sejauh ini, Balikpapan Kota memiliki program pembelajaran baca-tulis-hitung gratis, Balikpapan Timur mengembangkan ruang bersama sekaligus layanan aduan anak, sementara Balikpapan Barat memperkuat pendampingan hukum bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

Tahun ini, DP3AKB menargetkan Balikpapan Utara dan Selatan juga segera memiliki program unggulan, sehingga seluruh kecamatan di Balikpapan dapat berkontribusi nyata dalam perlindungan anak.

“Kedepan target kami di tahun ini mudah mudahan dua wilayah, Kecamatan Balikpapan Utara dan Selatan juga memiliki unggulan,” jelasnya.

Dengan hadirnya program Zero ATS, masyarakat GSU bersama pemerintah diharapkan mampu mencegah anak putus sekolah sekaligus memperkuat peran Balikpapan sebagai kota yang ramah anak dan peduli pada masa depan generasi muda.

Penulis: AdminEditor: MaritimPost.Com
Exit mobile version