MARITIMPOST.Com, Balikpapan – PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan resmi membuka Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah/2026. Pembukaan posko ditandai dengan apel kesiapan yang diikuti seluruh pemangku kepentingan bandara pada Kamis (12/3/2026).
Posko Lebaran tersebut akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Pembentukan posko dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, memproyeksikan adanya peningkatan trafik penumpang selama periode Lebaran tahun ini. Berdasarkan prognosa operasional, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 313.170 orang atau meningkat sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, tingkat pemulihan (recovery rate) diperkirakan mencapai 105,41 persen, yang berarti pergerakan penumpang telah melampaui capaian pada masa sebelum pandemi tahun 2019. Sementara itu, pergerakan pesawat diprediksi mencapai 2.677 pergerakan atau naik sekitar 1 persen dibandingkan Lebaran 2025.
“Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026,” ujar Iwan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan trafik tersebut menuntut pengelolaan operasional yang lebih presisi, baik di sisi darat maupun udara. Seluruh operasional akan dijalankan dengan prinsip 3S + 1C, yakni Safety, Security, Services, dan Compliance.
“Sinergi antar-unsur, mulai dari Otoritas Bandara, TNI-Polri, AirNav, maskapai, hingga ground handling, adalah kunci untuk memastikan layanan yang aman dan lancar,” tegasnya dalam sambutan apel tersebut.
Selain kesiapan teknis, pihak bandara juga mengingatkan pentingnya pelayanan yang humanis kepada para penumpang, mengingat periode mudik merupakan momen emosional bagi masyarakat yang ingin berkumpul dengan keluarga.
“Kami menghimbau kepada calon penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan secara berkala dan datang lebih awal ke bandara guna menghindari kepadatan di terminal pada saat hari puncak,” pungkas Iwan.
