Sinergi Disnaker dan Pertamina RU 5 Perkuat Kesiapan Tenaga Kerja Balikpapan dan PPU

MARITIMPOST.Com, Balikpapan — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Balikpapan mendorong peserta pelatihan safetyman dan mengemudi roda empat untuk memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disnaker Balikpapan Adamin Siregar saat membuka pelatihan safetyman dan mengemudi roda empat yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) 5 Balikpapan, bekerja sama dengan Serikat Pekerja (SP) Mathilda FSPPB, Senin (19/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada 19-23 Oktober 2026 tersebut diikuti peserta dari Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU). Menurut Adamin, pelatihan menjadi penting karena dapat memberikan tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, hingga sertifikasi yang dapat meningkatkan peluang peserta dalam memperoleh pekerjaan.

“Paling tidak sudah memiliki skill, sertifikasi dan nanti menjadi database alumni,” kata Adamin.

Ia mengatakan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi. Karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha dan industri, termasuk Pertamina RU 5 Balikpapan, diperlukan untuk memperluas akses pelatihan bagi para pencari kerja.

Adamin juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan jenis pelatihan ditambah sesuai kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, koordinasi antara Disnaker dan Pertamina telah dilakukan sebelumnya untuk menentukan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan, peserta pelatihan tidak harus terpaku pada satu bidang pekerjaan. Keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk mengambil berbagai peluang kerja yang tersedia.

“Apapun pekerjaan itu bisa diterima dan itu menjadi pengalaman berharga. Jadi tidak mesti satu jenis pekerjaan. Kalau ada kesempatan, ambil kesempatan,” ujarnya.

Adamin menjelaskan, Disnaker Balikpapan setiap hari menerima informasi mengenai peluang kerja. Data dan sertifikasi yang dimiliki peserta nantinya diharapkan dapat menjadi modal ketika terdapat lowongan yang sesuai dengan kompetensi mereka.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak dapat menjamin seluruh peserta langsung mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti pelatihan. Karena itu, peserta diminta terus mengembangkan kemampuan dan bersabar sembari memanfaatkan informasi lowongan kerja yang tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram