MARITIMPOST.COM, Balikpapan – Tim Jibom Den Gegana Satuan Brimob Polda Kaltim mengevakuasi bahan peledak jenis mortir yang ditemukan oleh warga bernama Winarko (44) di Jalan Gn Afco Perum PGRI Blok C nomor 13 Rt 29, Lamaru, Balikpapan Timur pada Sabtu (20/1/2024).
Winarko saat itu sedang beraktivitas berkebun, menjalankan rutinitas mencangkul bedengan tanah untuk menanam semangka, tiba-tiba merasakan hambatan keras di ujung bedengan.
Setelah melihat dengan jelas, ternyata yang menghambat aktivitasnya adalah sebuah mortir yang tertanam di tanah.
Selanjutnya Winarko pun segera menghentikan kegiatan mencangkul dan mengambil inisiatif untuk melaporkan penemuan mortir tersebut kepada Gundur selaku Ketua Rt 29. Selanjutnya Gundur melanjutkan laporan tersebut ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Lamaru.
Mendapat laporan warga, selanjutnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Lamaru mendatangi dan mengamankan TKP tersebut serta berkoordinasi dengan piket Call Center Gegana Brimob Polda Kaltim.
Sebelum tim jibom datang Bhabinkamtibmas sudah melakukan pemasangan police line, agar masyarakat tidak mendekat ke TKP di karenakan barang yang diduga sisa peninggalan Jepang ini tergolong bahan berbahaya.
Tim Jibom Sat Brimobda Polda Kaltim dipimpin oleh Bripka Asdar selaku Dantim Subden Jibom beserta 4 orang anggota Brimob Polda Kaltim berangkat menuju lokasi penemuan untuk mengamankan barang temuan mortir tersebut dan selanjutnya akan di evakuasi ketempat yang lebih aman.
Adapun bahan peledak jenis mortir yang dievakuasi sebanyak 1 buah dengan ukuran panjang 40 cm dan diameter 9 cm. Mortir ini diduga sisa dari latihan militer puluhan tahun yang lalu.
Bahan peledak jenis mortir ini kemudian dibawa ke tempat yang aman oleh Tim Jibom Den Gegana Polda Kaltim di Mako Brimob untuk di lakukan penghancuran atau pemusnahan.
“Memang Balikpapan ini menjadi salah satu tempat jajahan jepang, di karenakan minyak bumi yang berlimpah, oleh sebab itu banyak sisa-sisa mortir dan amunisi peninggalan jepang,” kata Dansat Brimob Kombespol Andy Rifai.
“Mortir yang di temukan akan langsung di musnahkan agar tidak membahayakan sekitar, karena mortir ini dalam keadaan aktif,” pungkasnya.













