MARITIMPOST.Com, Balikpapan – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) terus memperkuat upaya peningkatan kesadaran kesehatan di lingkungan kerja melalui seminar bertema “Bersama Melawan HIV & TB: Edukasi, Pencegahan, dan Dukungan di Lingkungan Kerja”, yang digelar di Eks Bioskop Banua Patra, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program kesehatan perusahaan ini diikuti oleh 128 pekerja. Seminar difokuskan pada peningkatan pemahaman, penguatan kepedulian, serta pentingnya deteksi dini terhadap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Tuberkulosis (TB), yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan di masyarakat.
Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa edukasi menjadi langkah awal dalam mengikis stigma sekaligus membangun lingkungan kerja yang lebih inklusif.
“Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat mengurangi stigma serta menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Kepedulian kecil dari diri kita sendiri bisa berarti besar untuk saling menjaga antar sesama,” ujarnya.
Seminar menghadirkan narasumber dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, yakni dr. Rudy Mokodompit, Sp.PD, Sp.KL dan dr. Awaluddin Andy Mulyadi A, Sp.P, yang memaparkan materi mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan HIV dan TB. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Selain meningkatkan wawasan, kegiatan ini juga mendorong perubahan cara pandang pekerja terhadap isu kesehatan yang kerap diselimuti stigma. Lingkungan kerja yang suportif dinilai penting untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan secara berkelanjutan.
Perwakilan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), Yogi, mengapresiasi inisiatif KPB dalam mengedukasi pekerja sekaligus memperluas kesadaran kesehatan.
“Kegiatan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, KPB menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang sehat, inklusif, dan bebas stigma, sekaligus berkontribusi pada upaya pengendalian HIV dan TB secara lebih luas.













