Pelindo dan BNN Jatim Bekali Pelajar Surabaya dengan Edukasi Antinarkoba

MARITIMPOST.Com, Surabaya — PT Pelindo Terminal Petikemas (PTP) bersama Pelindo Regional 3 dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi antinarkoba bertajuk “Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Bersama Sobat Ananda Bersinar” di SMAN 8 Surabaya.

Kegiatan yang diikuti 100 pelajar tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam rangka menyemarakkan peringatan ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program serupa akan dilanjutkan di sekolah lain dengan target menjangkau total 200 pelajar.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap upaya menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Semangat kemerdekaan kami maknai dengan kontribusi nyata untuk menyiapkan generasi penerus yang sehat dan memiliki masa depan yang baik. Melalui edukasi ini, kami ingin para pelajar memahami risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus memiliki keberanian untuk menolaknya,” kata Widyaswendra.

Menurut Widyaswendra, pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Keterlibatan BNN dan sekolah diharapkan membuat edukasi lebih tepat sasaran sekaligus mendorong siswa membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan terdekat.

Ketua Tim Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Jawa Timur, Hari Prianto, mengatakan pelajar SMA berada pada fase penting dalam pembentukan karakter, pola pikir, dan kemampuan mengambil keputusan. Karena itu, edukasi sejak dini diperlukan agar mereka mampu mengenali risiko dan tidak mudah terpengaruh untuk mencoba narkoba.

Menurut dia, ancaman narkotika juga terus berkembang. Pelajar perlu memahami tidak hanya jenis narkotika yang telah dikenal, tetapi juga New Psychoactive Substances (NPS) serta berbagai modus baru yang menyasar generasi muda.

“Pencegahan bukan hanya tentang mengetahui bahwa narkoba berbahaya, tetapi juga membangun ketahanan diri, keberanian untuk mengatakan tidak, serta kemampuan menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat,” ujar Hari.

BNN Provinsi Jawa Timur turut mengapresiasi keterlibatan Pelindo dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha dinilai penting untuk memperluas jangkauan edukasi kepada generasi muda.

Kepala SMAN 8 Surabaya, Asmali, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, sosialisasi memberikan tambahan pengetahuan kepada siswa mengenai risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus cara melindungi diri dari berbagai modus yang terus berkembang.

“Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba serta cara melindungi diri dan orang-orang di sekitarnya. Harapannya, mereka memiliki keberanian dan ketegasan untuk mengatakan tidak pada narkoba,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Maria Angel Purne, mengaku memperoleh sejumlah informasi baru yang membuatnya lebih waspada terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

“Informasi ini sangat penting dan sebelumnya belum banyak kami ketahui. Materinya juga disampaikan dengan menarik dan mudah dipahami. Kami berharap informasi yang kami dapatkan bisa diteruskan kepada teman-teman agar semakin banyak pelajar yang memahami dan terhindar dari bahaya narkoba,” kata Maria.

Melalui program tersebut, Pelindo bersama BNN Provinsi Jawa Timur berharap para pelajar tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan mengajak teman, keluarga, dan lingkungan sekitar bersama-sama menciptakan generasi yang sehat dan bebas narkoba.

Penulis: AdminEditor: MaritimPost.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram