MARITIMPOST.Com, Balikpapan – PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menerima kunjungan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) guna membahas dukungan kebijakan fiskal sekaligus memantau pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan proyek berjalan tepat waktu, sesuai target, dan memberi dampak nyata terhadap ketahanan energi nasional maupun pertumbuhan ekonomi daerah.
Pertemuan digelar di Ruang Solar, Gedung Modifikasi Site Office PT KPB, dilanjutkan dengan inspeksi lapangan ke area proyek RDMP Balikpapan pada Selasa (12/8/2025). Hadir pula perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian ESDM, serta Kementerian Keuangan.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Hanif Dhakiri, menegaskan komitmen lembaganya. “Komisi XI akan terus mendukung proyek ini agar dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi kebanggaan bangsa Indonesia,” ujar Hanif.
Dalam kesempatan tersebut, DPR RI menyoroti pentingnya RDMP Balikpapan sebagai penguat cadangan energi nasional. Peningkatan kapasitas kilang dan efisiensi produksi diyakini dapat mengurangi ketergantungan impor BBM, menjaga kestabilan pasokan, serta memastikan ketersediaan energi untuk kebutuhan domestik, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Transformasi yang dilakukan melalui proyek ini terbilang besar: kapasitas pengolahan naik dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari, kualitas produk ditingkatkan setara standar EURO V yang lebih ramah lingkungan, dan indeks kompleksitas kilang (NCI) melonjak dari 3,7 menjadi 8,0, menandakan kemampuan mengolah berbagai jenis minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi.
Hanif juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan DPR agar proyek dapat selesai tepat sasaran. Menurutnya, kontribusi RDMP Balikpapan tidak hanya untuk perekonomian nasional, tapi juga membawa dampak signifikan bagi Kalimantan Timur.
“Proyek ini memberikan kontribusi yang baik terhadap PDB nasional maupun PDRB daerah, dengan multiplier effect yang luar biasa, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru dan berbagai peluang usaha lainnya,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Vice President (VP) Legal and Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menyampaikan bahwa keberadaan proyek ini turut memicu pertumbuhan ekonomi sekitar. “Dampak positifnya terlihat dari penyerapan hingga 24.000 tenaga kerja pada puncak konstruksi. UMKM, warung-warung makan, laundry, kendaraan pengantaran, rumah kontrakan semuanya kebanjiran rezeki,” ungkap Asep.
Per awal Agustus 2025, progres RDMP Balikpapan telah mencapai 96,15%. Proyek ini sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, delapan program prioritas pemerintah. Harapannya, penyelesaian proyek dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Asep menutup dengan penegasan bahwa KPB berkomitmen menjaga kualitas serta keselamatan kerja di setiap tahap proyek. “Melalui peningkatan kapasitas dan kualitas kilang diharapkan memberikan manfaat maksimal bagi ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.













