Proyek RDMP Balikpapan, Mendukung Pertamina dalam Menciptakan Legacy Energi Nasional

MARITIMPOST.COM, Jakarta – Kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak (BBM) terus meningkat setiap tahunnya, menjadi salah satu tantangan yang dijawab oleh Pertamina melalui program pengembangan kilang.

Saat ini, Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) tengah menjalankan proyek terbesar di Indonesia, yaitu Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.

“Proyek RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek terbesar yang dikelola Pertamina saat ini dan akan menjadi salah satu legacy Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Hermansyah Y Nasroen, Corporate Secretary KPI.

Kilang Balikpapan kini mengoperasikan dua instalasi Crude Distillation Unit (CDU) dengan kapasitas total 260 ribu barel per hari.

Peningkatan kapasitas produksi di Kilang Balikpapan terakhir kali dilakukan pada tahun 1995 di Unit Kilang Balikpapan I yang mulai beroperasi pada tahun 1997.

Melalui proyek RDMP Balikpapan, kilang tersebut akan mampu mengolah minyak mentah dengan kapasitas 360 ribu barel per hari.

Proyek RDMP Balikpapan melibatkan 5.203 peralatan dengan total berat mencapai 110 ribu ton, setara dengan 4,5 kali berat patung Liberty di New York, Amerika Serikat.

“Selain menjadi salah satu pekerjaan terkompleks karena berada di operasi kilang eksisting, perusahaan harus kedua kegiatan baik operasional maupun proyek dalam berlangsung bersamaan.  Aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (HSSE) menjadi sangat penting,” tambah Hermansyah.

Proyek ini juga mencatat pencapaian dengan pemasangan peralatan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) terbesar di Kilang Balikpapan, dengan peralatan tersebut memiliki berat lebih dari 1.000 ton, setara dengan 12 kali berat pesawat Boeing 737-800.

Propane/Propylene Splitter menjadi peralatan tertinggi dengan ketinggian mencapai 110 meter, setara dengan bangunan gedung 30 lantai.

Proyek ini juga mencatat pemasangan kabel listrik sepanjang lebih dari 5 ribu km, setara dengan jarak Jakarta – Seoul.

Dengan dukungan dari 22.983 pekerja, RDMP Balikpapan mendorong aktivitas sosial di luar kilang seperti penginapan dan penyediaan makanan bagi para pekerja, serta pemberdayaan vendor lokal.

Kontribusi lainnya adalah penekanan pada ketenagakerjaan lokal sesuai kebutuhan dan kemampuan yang tersedia.

“Proyek RDMP Balikpapan secara keseluruhan akan diselesaikan pada tahun 2025, ini akan menjadi salah satu pencapaian terbesar Pertamina,” tutup Hermansyah.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) adalah anak perusahaan Pertamina yang fokus pada pengolahan minyak dan petrokimia dengan prinsip ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Perusahaan).

KPI terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal UNGC dalam strategi operasionalnya.

Perusahaan akan terus menjalankan bisnisnya secara profesional untuk mewujudkan visinya sebagai Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia kelas dunia dengan kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Instagram