MARITIMPOST.Com, Jakarta — Momentum Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 menjadi kesempatan bagi PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) untuk menegaskan kembali kontribusinya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Dengan dukungan kapabilitas pengeboran dan layanan sumur terintegrasi, Pertamina Drilling terus mengambil peran dalam mendukung upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah dinamika industri energi global dan tantangan ketidakpastian geopolitik.
Pertamina Drilling merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream. Berdiri pada 2008, perusahaan tersebut berkembang dari pengalaman pengeboran Pertamina dan kini menjadi penyedia jasa pengeboran serta layanan sumur terintegrasi dengan cakupan operasi yang semakin luas.
Saat ini, Pertamina Drilling mengelola 58 rig services, terdiri atas 53 land rig berkapasitas 150–2.000 horsepower (HP), dua offshore workover rig berkapasitas 550 HP, serta dua offshore jack-up rig melalui strategic alliance. Perusahaan juga memiliki lebih dari 110 associated drilling yang mencakup berbagai layanan penunjang kegiatan pengeboran dan sumur.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, peningkatan produksi migas nasional membutuhkan dukungan ekosistem hulu migas yang kuat. Dukungan tersebut mencakup teknologi, sumber daya manusia, peralatan, hingga kemampuan eksekusi di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Avep saat melakukan Management Walkthrough (MWT) ke RIG PDSI#11.2/N80B(B1), Pertamina EP Cepu, Zona 14, Field Papua, Rabu (12/8/2026).
“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan melalui kontribusi nyata bagi negeri. Bagi Pertamina Drilling, salah satunya adalah memastikan kapabilitas pengeboran dan layanan sumur dapat memberikan dukungan maksimal terhadap peningkatan produksi migas nasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik, perubahan harga energi, dan tuntutan transisi energi, kita harus semakin adaptif, produktif, dan inovatif,” ujar Avep.
Menurut Avep, kegiatan pengeboran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas. Karena itu, optimalisasi pengeboran, percepatan penyelesaian sumur, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi terus didorong untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keselamatan operasi.
Pertamina Drilling juga terus mengembangkan kapabilitasnya dari penyedia jasa rig menjadi penyedia layanan pengeboran dan sumur yang terintegrasi.
Kemampuan tersebut mencakup sejumlah layanan, antara lain directional drilling, cementing and pumping, fracturing, drilling and completion fluid laboratory, gas monitoring, fishing equipment, water pump, centrifuge, mud logging, geomechanics, ROP & MPD, casing and tubing running, mud cooler and containment, drilling equipment rental, hingga hydraulic fracturing.
Penguatan kapabilitas tersebut turut didukung Indonesia Drilling Training Center (IDTC), yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan pelatihan bidang pengeboran.
Keberadaan pusat pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan industri hulu migas.
Di sisi lain, Pertamina Drilling terus membuka peluang ekspansi dan kolaborasi regional guna memperkuat daya saing perusahaan. Operasi dan kerja sama di luar negeri menjadi bagian dari upaya menunjukkan bahwa kapabilitas perusahaan nasional mampu bersaing di tingkat internasional.
Avep menilai momentum Dirgahayu RI ke-81 juga menjadi pengingat bahwa ketahanan energi memiliki kaitan erat dengan kedaulatan bangsa.
Karena itu, Pertamina Drilling berkomitmen menjaga keandalan operasional sekaligus terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, efisiensi, dan inovasi.
“Kami ingin memastikan Pertamina Drilling terus tumbuh bersama Indonesia. Setiap sumur yang kita kerjakan bukan hanya berbicara tentang aktivitas bisnis, tetapi juga tentang bagaimana kita mendukung energi untuk industri, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, keselamatan, keandalan, efisiensi, inovasi, dan kompetensi SDM akan terus menjadi fondasi kami,” katanya.
Pertamina Drilling meyakini penguatan kapasitas nasional di sektor jasa hulu migas akan semakin strategis dalam menghadapi tantangan energi ke depan.
Melalui dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, kolaborasi, dan pengalaman operasional, perusahaan berkomitmen terus mengambil bagian dalam mendukung target peningkatan produksi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Semangat tersebut menjadi bentuk kontribusi Pertamina Drilling dalam mengisi kemerdekaan: menghadirkan dukungan energi bagi negeri melalui kinerja, inovasi, keselamatan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.













