Penyesuaian Tarif Picu Dinamika Penerbangan, Konektivitas Kaltim–Kaltara Tetap Terjaga

MARITIMPOST.Com, Balikpapan Implementasi kebijakan tarif tambahan bahan bakar dan insentif pajak tiket memicu dinamika operasional angkutan udara di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Meski terjadi penurunan jumlah penumpang di sejumlah bandara, layanan penerbangan pada rute utama tetap stabil dan peluang pengembangan rute baru masih terbuka.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, menyampaikan bahwa hasil rapat koordinasi menunjukkan adanya penyesuaian operasional sebagai respons terhadap perubahan kebijakan dan dinamika permintaan pasar. Penurunan trafik penumpang di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan tercatat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata pergerakan harian turun dari kisaran 13 ribu menjadi 11–12 ribu penumpang, tanpa disertai pembatalan penerbangan secara umum.

Dari sisi operasional maskapai, menurut Ferdinan, kinerja rute utama masih relatif kuat. Tingkat keterisian penumpang pada rute padat seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Berau berada di kisaran 80 persen dan pada waktu tertentu mencapai kapasitas penuh. Rute menuju Tarakan juga menunjukkan permintaan tinggi yang konsisten.

Namun, penyesuaian tetap terjadi, termasuk rencana penghentian sementara beberapa rute oleh maskapai berbiaya rendah pada periode Mei–Juni 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa di bandara lain, dampak penurunan permintaan lebih terasa. Sejumlah rute di Palangka Raya dibatalkan, sementara wilayah seperti Sampit dan Muara Teweh mengalami penurunan keterisian hingga sekitar 25 persen yang berujung pada penghentian layanan sejak akhir Maret.

Di Berau, variasi keterisian terjadi antar maskapai, mulai dari 50 persen hingga di atas 85 persen. Samarinda mencatat pengurangan frekuensi penerbangan tanpa pembatalan rute, disertai pembukaan jalur baru menuju Melak.

Sebaliknya, kinerja positif terlihat di Tarakan dengan tingkat keterisian mencapai 100 persen pada periode puncak Februari hingga April.

Penguatan konektivitas juga ditandai dengan beroperasinya rute kargo internasional serta penjajakan sejumlah rute penumpang lintas negara. Inisiatif pembukaan jalur baru dan reaktivasi rute domestik turut didorong oleh pemerintah daerah untuk menjaga aksesibilitas wilayah.

Secara keseluruhan, Ferdinan menegaskan bahwa sektor angkutan udara di kawasan ini menunjukkan ketahanan pada rute-rute utama, meskipun terjadi penyesuaian di wilayah dengan permintaan lebih rendah.

Ke depan, kolaborasi antara regulator, operator bandara, maskapai, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga konektivitas, meningkatkan kualitas layanan, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan jaringan penerbangan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram