MARITIMPOST.Com, Samboja – Ketua Indonesia Woodball Association (IWbA) Kalimantan Timur, Hasbar, menegaskan wacana pembatasan usia atlet di bawah 30 tahun untuk Porprov masih perlu dikaji. Ia menilai aturan tersebut bisa menjadi hambatan bagi woodball, sebab tidak semua daerah memiliki stok atlet muda yang memadai.
Pernyataan itu disampaikan Hasbar dalam Kejuaraan Woodball Duta Nusantara Samboja yang berlangsung di SMK Duta Bangsa, Sabtu (16/8/2025).
Ajang ini diikuti atlet dari Samboja, Balikpapan, dan Samarinda, serta dibuka resmi oleh Wakil Ketua IWbA Kaltim, Abdul Ghani. Acara juga dihadiri Camat Samboja dan jajaran pengurus woodball provinsi yang juga terjun langsung mengasah kemampuan setelah sekian lama tidak ada turnamen.
Hasbar menjelaskan, pihaknya kini tengah menyiapkan sejumlah agenda penting, antara lain Pekan Olahraga Pelajar (Popda) di Penajam Paser Utara dan Porprov 2026 di Paser. “Kami sudah komunikasi dengan pemerintah daerah dan Dispora Kaltim, juga menyurat ke KONI terkait anggaran untuk Kejurprov Junior dan Senior,” jelasnya.
Terkait aturan batas usia, ia berharap masih ada ruang fleksibilitas. Menurutnya, jika dibatasi semua di bawah 30 tahun, akan berat bagi woodball. “Kami masih akan komunikasikan dengan KONI agar ada nomor yang dimungkinkan untuk diikuti atlet di atas 30,” ujarnya.
Menurut Hasbar, kompetisi tingkat internasional seperti Indonesia Open maupun kejuaraan dunia juga tidak membatasi usia. “Kalau itu jadi rujukan, seharusnya woodball tidak perlu dibatasi umur, kecuali untuk kategori pelajar,” tegasnya.
Hasbar berpesan kepada para atlet untuk terus berlatih dan menjaga semangat. Ia menyebut Kalimantan Timur memiliki sejumlah atlet yang sudah masuk timnas Indonesia. “Harapan kami pembinaan di daerah makin bergairah, dan atlet junior bisa menembus level nasional,” pungkasnya.













