MARITIMPOST.Com, Balikpapan — Kepedulian tidak selalu diukur dari besar kecilnya bantuan. Kehadiran, perhatian, dan semangat yang diberikan juga dapat menjadi berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Semangat itulah yang dibawa keluarga besar Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan saat mengunjungi Panti Asuhan Al-Muhajirin, Balikpapan, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan dipimpin langsung Kepala Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan, Letkol Laut (H) Bagus Partha Wijaya, S.H., M.H., M.Tr.Opsla., bersama para hakim, panitera, sekretaris, dan seluruh staf.
Rombongan diterima Ketua Panti Asuhan Al-Muhajirin, Umar Hasan, beserta pengurus dan 20 anak panti. Selain menyerahkan sembako dan tali asih, jajaran Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan juga meluangkan waktu untuk berbincang, memberikan motivasi, dan berdoa bersama.
“Bukan sekadar tentang apa yang diberikan, tetapi tentang kehadiran, senyuman, dan doa yang saling menguatkan,” ujar Bagus.
Kunjungan tersebut juga membuka peluang bagi pembinaan anak-anak panti. Pengurus Panti Asuhan Al-Muhajirin berharap silaturahmi dapat berlanjut, termasuk memberikan arahan kepada anak-anak yang memiliki ketertarikan untuk menjadi anggota TNI.
Bagi Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Dilmil Peduli yang dirancang untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. Program tersebut sebelumnya diisi dengan kegiatan donor darah pada Agustus dan akan dilanjutkan dengan kegiatan sosial lainnya.
“Rencananya kegiatan Dilmil Peduli ini dapat dilakukan berkelanjutan minimal dilaksanakan setiap bulan,” kata Bagus.
Ke depan, kegiatan Dilmil Peduli direncanakan menyasar panti jompo, tempat-tempat ibadah, serta masyarakat umum yang membutuhkan.
Melalui program tersebut, Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan tidak hanya ingin hadir melalui bantuan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Kunjungan ke Panti Asuhan Al-Muhajirin menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan semangat berbagi sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus mengejar cita-cita.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan tali asih secara simbolis dan ramah tamah. Senyum anak-anak panti menjadi penutup dari sebuah kunjungan yang membawa pesan sederhana: kepedulian yang dilakukan dengan ketulusan dapat menjadi awal dari silaturahmi yang lebih panjang.













