MARITIMPOST.Com, Bengkalis – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) berhasil meraih juara umum I pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball Riau 2025. Dua atlet utama yang menyumbangkan emas, Ridwan Aldino dan Patra Maulana, merupakan putra daerah Kuansing sekaligus alumni Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Provinsi Riau.
Kejuaraan berlangsung pada 12–15 September 2025 di Bengkalis, Riau, dengan melibatkan 96 atlet dari 10 kabupaten/kota. Ajang ini menjadi pembuktian bahwa woodball semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet potensial di Bumi Lancang Kuning.
Dino mengisahkan perjalanan dirinya dan Patra hingga akhirnya bisa menorehkan prestasi di cabang ini. Menurutnya, mereka berdua sempat kesulitan berkembang di SKO Riau saat masih menekuni cabang dayung.
“Saya (Dino) dan Patra tidak berkembang di SKO Provinsi Riau cabang olahraga dayung, namun kami tidak patah arang, beruntung kami bertemu dengan coach Martias dan coach Ricky Fernando,” kata Dino.
Pertemuan itu menjadi titik balik. Martias yang kini menjabat Ketua Pengprov Woodball Riau bersama Ricky Fernando kemudian menawarkan kesempatan bagi mereka untuk beralih ke cabang baru.
“Dino dan Patra langsung menyambut ‘kami mau pak’ bantu kami latihan,” ujar Martias mengenang awal pertemuan tersebut.
Woodball sekilas mirip dengan golf, hanya saja semua peralatannya terbuat dari kayu. Dino dan Patra mulai serius menekuni olahraga ini, bahkan sukses meraih medali ketika mengikuti event pertama di Bengkalis.
Dino semakin menonjol saat berhasil lolos ke PON Aceh-Sumut 2024. Ia berpasangan dengan Wahyuni, atlet putri asal Bengkalis, di nomor Double Mix. Perjalanan mereka terhenti di semifinal usai mengalahkan tim Yogyakarta, namun pengalaman itu menjadi modal berharga.
Kini, di ajang Kejurprov Woodball Riau 2025, Dino dan Patra membuktikan kematangan permainan mereka dengan sama-sama menyabet emas. Dino menegaskan bahwa capaian ini juga bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di Semarang, Jawa Tengah.
“Ya kami sedang persiapan untuk menuju POMNAS di Semarang Tengah tahun 2025, kami akan berusaha maksimal memberikan medali bagi Riau,” jelas Dino.
Prestasi Dino dan Patra mendapat sorotan dari para pengurus olahraga woodball di Riau. Ketua Umum Pengprov Woodball Riau, Martias, menyatakan bahwa dukungan pembinaan harapannya akan lebih kuat jika woodball bisa masuk program resmi SKO Riau.
Ketua Pengcab Woodball Kepulauan Meranti, Dayat, juga menekankan pentingnya wadah pembinaan. “Cabang olahraga ini harus ada tempat naungan pusat pelatihan cabang olahraga,” ucapnya.
Ketua Pengcab Woodball Dumai, Gusrizal Koto, menegaskan perlunya perjuangan agar woodball bergabung dengan SKO, bahkan bila perlu dikawal secara khusus.
“Woodball harus diperjuangkan untuk bergabung ke SKO Provinsi Riau,” harapnya.
Hal serupa disampaikan Ketua Pengkot Pekanbaru, Subhan, yang menilai pembinaan terpusat di SKO akan lebih efektif untuk seluruh kabupaten/kota di Riau.
Para pengurus menilai woodball berpotensi menyumbang banyak medali karena memiliki 14 nomor pertandingan. Mereka pun berharap Gubernur Riau, Sekretaris Daerah, DPRD Komisi V, Dinas Pendidikan, dan Dispora Provinsi Riau bisa membantu mendorong cabang olahraga ini bergabung ke SKO.













