Berita  

Transformasi Operasional TPK Merauke Pacu Arus Peti Kemas Tumbuh 13,5 Persen

MARITIMPOST.Com, Merauke Aktivitas kepelabuhanan di Merauke sepanjang 2025 kian menunjukkan peran strategis dalam mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Papua Selatan. Berbagai langkah peningkatan layanan dan transformasi operasional terus dilakukan guna memastikan pelayanan optimal bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.

Seiring dengan upaya tersebut, arus peti kemas di Merauke sepanjang 2025 mencatat kinerja positif sebesar 52.712 TEUs, tumbuh sekitar 13,5 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 46.427 TEUs. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya aktivitas logistik sekaligus membaiknya kinerja operasional pelabuhan dalam mendukung distribusi barang di Papua Selatan.

Terminal Head Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari implementasi transformasi operasional yang dijalankan secara konsisten. Upaya tersebut meliputi penguatan handover Planning & Control (P&C) untuk menjaga kesinambungan perencanaan antar shift, pelaksanaan rapat plotting sebelum kapal sandar, serta evaluasi rutin melalui daily meeting.

“Langkah-langkah ini memperkuat sinergi antara operator pelabuhan, shipping line, dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), sehingga berdampak pada pengendalian berthing time, penurunan port stay, serta peningkatan kinerja operasional,” ujar Rasul.

Apresiasi atas transformasi operasional TPK Merauke juga disampaikan oleh Kepala Cabang PT Tanto Intim Line Merauke, Bondan Wahyu Eko Hardianto. Ia menilai berbagai pembenahan yang dilakukan sepanjang 2025 memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja pelabuhan.

“Transformasi yang dilakukan secara nyata berdampak pada peningkatan kinerja operasional pelabuhan. Ke depan, kami berharap realisasi perluasan lahan Container Yard (CY) dapat segera terlaksana, mengingat volume peti kemas dari seluruh pelayaran terus meningkat dan berpotensi mempengaruhi port stay kapal,” jelasnya.

“Kami juga berharap seluruh pelayaran dapat duduk bersama untuk membahas skema mobilisasi dari dermaga ke CY baru, termasuk pengaturan operasional dan tarif ke depannya. Secara keseluruhan, kinerja pelayanan, fasilitas, dan sarana pada tahun 2025 sudah menunjukkan peningkatan yang baik dan diharapkan dapat terus ditingkatkan pada tahun 2026,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Merauke, Capt. Julivan C.H. L. Salindeho, menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga kelancaran arus logistik di Merauke.

“KSOP berkomitmen untuk terus memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional kepelabuhanan. Sinergi antara operator pelabuhan, pengguna jasa, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan arus peti kemas serta pembangunan ekonomi Merauke,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan trafik peti kemas pada 2026, sejumlah langkah strategis telah disiapkan, antara lain rencana penambahan alat produksi serta perbaikan dan perluasan Container Yard (CY), termasuk pembangunan depo CY di luar area pelabuhan guna meningkatkan kapasitas tampung.

Dengan implementasi transformasi operasional yang berkelanjutan serta dukungan pengembangan infrastruktur, kinerja arus peti kemas di Merauke pada 2026 diharapkan terus meningkat dan memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi di Papua dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram