Respon Cepat Aduan PJU, Dishub Akan Hadirkan ‘Halo Kadis’

MARITIMPOST.Com, Balikpapan Permasalahan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Balikpapan kembali mencuat usai Ketua Komisi III DPRD menyarankan agar tidak lagi menggunakan PJU tenaga surya.

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muh. Fadli, menegaskan bahwa semua jenis PJU memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“PJU itu berbicara empat hal,” jelas Fadli. Ia merinci jenis PJU yang dikelola saat ini meliputi PJU konvensional, tenaga surya (TS), PJU estetik, dan PJU custom yang ditujukan untuk mempercantik wajah kota.

Selain pengadaan, aspek pemeliharaan juga menjadi fokus utama. Setiap bulan, Dishub harus menggelontorkan dana sekitar Rp2,5 miliar untuk operasional dan perawatan lampu-lampu jalan. “Itu menjadi tanggung jawab daripada Dinas Perhubungan, bukan daripada rekanan,” tegasnya.

Dalam upaya meningkatkan respons terhadap keluhan masyarakat, Dishub berencana membuka kanal aduan langsung yang akan dinamai “Halo Kadis”. Melalui layanan ini, warga dapat menyampaikan masalah seperti lampu jalan mati atau gangguan lain secara cepat dan terpusat.

Namun, tantangan tak berhenti di situ. Fadli mengungkapkan keterbatasan tenaga kerja yang signifikan. Saat ini hanya ada sekitar 70 personel Dishub di lapangan, jauh dari kebutuhan ideal sebanyak 250 orang. “Bisa dibayangkan 70 orang menangani satu kota Balikpapan,” katanya.

Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan anggaran untuk pengadaan lampu jalan yang hanya sekitar Rp500 juta.

Meski demikian, Fadli memastikan pihaknya terus bekerja optimal sambil berharap ada dukungan lebih besar dari pemerintah kota untuk memperkuat SDM dan anggaran di sektor transportasi dan penerangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow by Email
Instagram