MARITIMPOST.COM, Balikpapan – Selain upaya Pemberdayaan dan Pengembangan kepada 2 komunitas UMKM agar lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan sosial ekonomi, berdaya saing dan mampu melebarkan pemasaran ke tingkat global, PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Balikpapan menggandeng Dinas Sosial Kota Balikpapan untuk memberikan bantuan kepada Yayasan Rumah Singgah Kanker Anak Balikpapan.
Asman Keuangan Dan Umum PLN NP UPDK Balikpapan menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada rumah singgah kanker anak yang ada di Kampung Timur ini berupa obat-obatan dan peralatan seperti timbangan, termometer, apar, mesin cuci dan peralatan lainnya untuk mendukung rumah singgah ini bisa mandiri.

“Saat ini ada beberapa pasien kanker anak disitu, memang transit disitu kemudian untuk diterapi kanker,” kata Riski Senin (3/6/2024) di PLTD Batakan.
Dengan adanya bantuan ini pihaknya berharap banyak pasien kanker anak yang singgah bisa terbantu dan berharap kedepan bisa meningkatkan fasilitas yang dimiliki.
“Kami harapkan fasilitas juga dilengkapi dibuat nyaman, supaya ketika mereka transit disini sebelum dilakukan terapi itu bisa nyaman,” harapnya.
Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Balikpapan, Bahrian, menjelaskan bahwa rumah singgah ini adalah bagian dari tanggung jawab Dinsos untuk melakukan pengawasan.
“Intinya didalam itu ada penyandang masalah kesejahteraan sosial. Dimana perlu pelayanan kesehatan sosial, salah satunya rumah singgah kanker anak ini,” kata Bahrian.
Menurutnya sebagian dari pasien kanker anak ini tidak hanya orang mampu, namun sebagian juga ada yang tidak mampu. Untuk itu pihaknya akan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak.
“Nanti kami akan melakukan kerjasama dengan lintas sektor untuk membantu memberdayakan supaya mempromosikan juga, supaya mereka dibantu, supaya anak-anak ini dapat berkembang dan sehat nantinya,” harapnya.
Sementara itu pendiri rumah singgah kanker anak, Sulastri, merasa senang atas dukungan yang diberikan oleh PLN NP UPDK Balikpapan karena sangat bermanfaat, karena sudah ada beberapa fasilitas di rumah singgah yang sudah tidak layak.
Para pasien yang ada di rumah singgah pun tidak perlu memikirkan biaya dan yang lain sebagainya, karena semua fasilitas yang diberikan gratis termasuk makan dan minum serta kebutuhan untuk belajar juga disediakan.
“Daripada mereka sewa tempat tinggal, belum lagi banyak biaya yang lain, kita coba dukung dari rumah singgahnya, mereka gratis tinggal disitu,” jelas Sulastri.













