MARITIMPOST.Com, Balikpapan – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan menggelar aksi penanaman 100 bibit mangrove jenis Rhizophora Apiculata di Mangrove Center Graha Indah, Balikpapan.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam pelestarian lingkungan.

Aksi penghijauan ini melibatkan berbagai pihak, seperti Pjs. General Manager PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto, pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Balikpapan, serta para siswa dan guru dari SMP Negeri 25 Balikpapan. Penanaman dilakukan dengan metode planting back dan disertai revitalisasi fasilitas seperti jembatan dan gazebo untuk mempermudah pemantauan area konservasi.
Dalam sambutannya, Novie Handoyo Anto menegaskan pentingnya keberlanjutan lingkungan melalui aksi ini. Pertamina tidak hanya menanam 100 bibit mangrove, tetapi juga mendukung revitalisasi kawasan ini untuk terus melestarikan lingkungan demi masa depan.
Selain menanam bibit mangrove, kegiatan ini juga mendukung program Sekolah 1000 Mangrove yang diinisiasi SMPN 25 Balikpapan. Program ini bertujuan memperluas tutupan hutan mangrove di wilayah pesisir Balikpapan.
“Kami juga mendukung semangat dari SMPN 25 Balikpapan dalam rangka Sekolah 1000 Mangrove. Penanaman bibit mangrove ini jika dilakukan oleh generasi muda, mudah-mudahan dapat disuarakan ke generasi selanjutnya,” jelas Anto.
Kepala DLH Provinsi Kalimantan Timur, Anwar Sanusi, mengapresiasi inisiatif PT KPI Unit Balikpapan. Ini bentuk syukur kepada alam dan penanaman ini tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga mendidik generasi muda.
“Saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginyakepada Pertamina yang sudah mengedukasi anak-anak,” ujarnya.
Kepala DLH Kota Balikpapan yang diwakili Nursyamsiarni menambahkan bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting untuk mencapai target rehabilitasi lingkungan.
Dirinya berharap upaya ini berkelanjutan agar tutupan lahan mangrove di kawasan pesisir terus meningkat. “Mudah-mudahan dengan upaya kolaborasi dan sinergi kita bersama posisi tutupan lahan khususnya untuk mangrove ini juga bertambah untuk mencapai target rehabilitasi lingkungan, khususnya kawasan pesisir di Kalimantan Timur,” jelasnya.
Penanaman mangrove memiliki dampak positif bagi lingkungan, seperti mencegah abrasi pantai, menyediakan habitat bagi flora dan fauna, serta mendukung keseimbangan ekosistem.
Buyung Yusuf Wibisono, Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan, menjelaskan bahwa mangrove juga berperan besar dalam mitigasi perubahan iklim.
“Mangrove memiliki peran penting dalam menyerap emisi karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir,” jelas Yusuf.
Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, PT KPI Unit Balikpapan terus mendukung berbagai program pelestarian lingkungan.
Penanaman bibit mangrove di Mangrove Center Graha Indah menjadi simbol semangat kolaborasi dan langkah nyata dalam menjaga ekosistem pesisir.
Mangrove Center Graha Indah, yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada Juli 2010, kini tidak hanya menjadi pusat pelestarian lingkungan, tetapi juga destinasi wisata edukasi tentang ekosistem mangrove.
Melalui aksi ini, PT KPI Unit Balikpapan berharap dapat mendorong masyarakat untuk semakin sadar akan pentingnya menjaga hutan mangrove bagi keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan generasi mendatang.













