Digitalisasi Pelabuhan: TOS Nusantara Resmi Diterapkan di TPK Jayapura

MARITIMPOST.Com, Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) terus mempercepat transformasi digital di sektor kepelabuhanan dengan mengimplementasikan World Class Terminal Operating System (TOS) Nusantara di Terminal Peti Kemas (TPK) Jayapura.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi dan sistemisasi operasional terminal yang dikelola oleh SPTP sejak merger Pelindo.

Penerapan TOS Nusantara di TPK Jayapura resmi dimulai dengan kegiatan bongkar muat KM. Flores Mas sebanyak 495 boks (221 boks dibongkar, 274 boks dimuat) pada Sabtu (1/3/2025).

Terminal ini menjadi yang ke-13 di bawah SPTP Group yang mengadopsi sistem tersebut, setelah sebelumnya diterapkan di T009 Priok, TPK Makassar, TPK Ambon, IPC TPK Pontianak, Makassar New Port, IPC TPK Palembang, TPK Belawan, IPC TPK Panjang, TPK Bitung, IPC TPK Teluk Bayur, IPC TPK Jambi, dan TPK Kupang.

Keunggulan TOS Nusantara

Sebagai sistem operasi terminal peti kemas berstandar internasional, TOS Nusantara menawarkan berbagai keunggulan, termasuk penggunaan teknologi visualisasi 3D untuk mempermudah pengelolaan peti kemas, baik di lapangan penumpukan maupun di atas kapal.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan monitoring pergerakan peti kemas secara real-time, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas terminal.

“Implementasi World-Class Terminal Operating System yaitu TOS Nusantara di TPK Jayapura akan mendukung standarisasi layanan peti kemas yang terintegrasi oleh PT Pelindo Terminal Petikemas. Selain itu, keberhasilan digitalisasi dan sistemisasi ini akan meningkatkan kemampuan SDM operasional terminal peti kemas menuju world class sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa dan efisiensi operasional, khususnya untuk membangun konektivitas di Indonesia Timur,” ungkapnya.

Dampak Positif bagi Pengguna Jasa

Penerapan TOS Nusantara juga mendapat tanggapan positif dari Kepala PT Temas Cabang Jayapura, Fitra Haryadi, yang menilai sistem ini memberikan kemudahan dalam pengelolaan dokumen serta mempercepat proses bongkar muat.

“Dengan TOS Nusantara, pembuatan Bayplan/Stowage Plan Occupied and Empty lebih mudah dibanding sistem sebelumnya. Proses ini kini lebih cepat dan lebih akurat, sehingga memudahkan operasional kami sebagai pelayaran yang menggunakan jasa bongkar muat SPTP,” ujarnya.

Berdasarkan catatan operasional, proses bongkar muat 495 boks di TPK Jayapura kini dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam. Meski demikian, Fitra berharap ada peningkatan dan optimalisasi sistem agar operasional terminal semakin efisien.

Melalui penerapan TOS Nusantara dan program transformasi digital lainnya, PT Pelindo Terminal Petikemas menegaskan komitmennya dalam memperkuat kelancaran rantai pasok logistik, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Penulis: AdminEditor: MaritimPost.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram