MARITIMPOST.Com, Kuala Lumpur – PT Pertamina Drilling Services Indonesia kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih tiga penghargaan dari International Association of Drilling Contractors (IADC) Southeast Asia Chapter. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kinerja keselamatan kerja perusahaan sepanjang 2025.
Dalam ajang tersebut, Pertamina Drilling meraih penghargaan Best Recordable Incident Rate for Company for Onshore, yang diberikan kepada perusahaan dengan tingkat insiden kerja terendah. Selain itu, penghargaan Best Recordable Incident Rate for Individual Unit for Onshore diraih oleh RIG PDSI #40.3/DS1500-E atas kinerja keselamatan terbaik di tingkat unit.
Sementara itu, RIG PDSI #26.1/H25CD-M mendapatkan penghargaan Recognition for Number of Years Recordable Incident Free for Onshore sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mencatatkan nihil insiden kerja dalam periode tertentu.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dalam seremoni yang berlangsung di Kuala Lumpur, Rabu (1/4/2026).
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menjalankan operasional yang mengutamakan keselamatan, tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai budaya kerja yang melekat di setiap lini,” ujar Avep.
Ia menambahkan, pencapaian ini merupakan hasil dari disiplin seluruh pekerja dalam menerapkan prinsip keselamatan kerja (HSSE) secara konsisten di lapangan.
IADC Southeast Asia Chapter sendiri merupakan organisasi internasional yang menaungi perusahaan di sektor pengeboran, dengan fokus pada peningkatan standar keselamatan, efisiensi operasional, serta penerapan praktik terbaik di industri.
Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Pertamina Drilling sebagai salah satu perusahaan pengeboran yang kompetitif di kawasan regional, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga dalam penerapan standar keselamatan kerja.
Dengan capaian tersebut, perusahaan diharapkan terus menjaga konsistensi serta meningkatkan standar keselamatan guna mendukung keberlanjutan industri energi nasional.













