Pelindo TPK Gandeng BNN dan BPBD Cetak Generasi Sadar Pelabuhan, Bebas Narkoba, dan Tangguh Bencana

MARITIMPOST.Com, Surabaya PT Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) menghadirkan pendekatan edukatif yang berbeda melalui Portground Vol. 1, sebuah program yang mengajak anak-anak mengenal dunia kepelabuhanan, pentingnya hidup sehat, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kegiatan yang digelar di PT Terminal Petikemas Surabaya, Senin (6/7/2026), merupakan hasil kolaborasi Pelindo TPK dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya.

Program ini diikuti siswa kelas V dan VI Sekolah Dasar (SD) serta kelas VII dan VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Timur. Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Dari kuota 50 peserta, sebanyak 555 anak tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti program edukasi tersebut.

Melalui Portground Vol. 1, peserta diajak melihat secara langsung aktivitas di terminal peti kemas serta memahami peran strategis pelabuhan dalam mendukung distribusi barang dan konektivitas nasional. Konsep pembelajaran dikemas secara interaktif agar anak-anak dapat mengenal dunia kepelabuhanan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya sektor kepelabuhanan bagi kehidupan sehari-hari.

“Pembentukan awareness sejak dini adalah investasi jangka panjang. Melalui Portground, kami ingin mengajak anak-anak melihat langsung aktivitas di pelabuhan, memahami bagaimana barang-barang yang mereka gunakan sehari-hari dapat sampai ke berbagai daerah, serta menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kepelabuhanan. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta,” ujar Widyaswendra.

Menurutnya, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap edukasi kepelabuhanan. Pelabuhan, kata dia, memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas dan perekonomian nasional sehingga penting dikenalkan kepada anak-anak melalui metode yang menarik dan aplikatif.

Selain mengenalkan aktivitas pelabuhan, Portground Vol. 1 juga menghadirkan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika. Materi tersebut disampaikan oleh BNN Kota Surabaya sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).

Kepala BNN Kota Surabaya, Heru Prasetyo, menilai edukasi pencegahan narkoba perlu diberikan sejak usia dini agar anak-anak memiliki bekal dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani menolak hal-hal negatif. Melalui kegiatan seperti Portground ini, edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, menyenangkan, dan mudah diterima,” kata Heru.

Materi lainnya disampaikan BPBD Kota Surabaya yang memberikan pembekalan mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Peserta dikenalkan pada langkah-langkah sederhana dalam menghadapi bencana serta pentingnya tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.

Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Nadya Sukma Batubara, mengatakan pengetahuan mengenai mitigasi bencana perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat.

“Keselamatan adalah pengetahuan dasar yang penting dimiliki oleh setiap anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan langkah-langkah sederhana terkait kesiapsiagaan, apa yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat, serta pentingnya tidak panik dan mengikuti arahan petugas,” ujar Nadya.

Pengalaman mengikuti Portground mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satu siswa SD Bunga Bangsa Surabaya, Raff Yehezkiel Hutapea, mengaku senang bisa melihat langsung aktivitas di terminal peti kemas.

“Saya senang bisa melihat pelabuhan dari dekat. Jadi tahu kalau terminal peti kemas itu besar sekali dan banyak barang dikirim lewat kapal,” ujar Raff.

Apresiasi juga datang dari orang tua peserta. Lysa Octaviani menilai Portground menjadi alternatif kegiatan liburan yang edukatif karena memadukan pembelajaran dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik untuk mengisi liburan anak secara produktif. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar hal baru tentang pelabuhan, tentang bahaya narkotika dan keselamatan. Semoga kedepan kegiatan seperti ini terus dapat terlaksana sehingga kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia pelabuhan semakin luas,” ujar Lysa Octaviani.

Melalui Portground Vol. 1, Pelindo TPK berharap edukasi kepelabuhanan dapat semakin dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Kolaborasi dengan BNN dan BPBD juga diharapkan mampu memperluas wawasan peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan, keselamatan, dan kesiapsiagaan, sehingga anak-anak tidak hanya memahami peran pelabuhan, tetapi juga memiliki bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram