MARITIMPOST.Com, Balikpapan — Pertamina Patra Niaga menyiapkan strategi untuk memecah konsentrasi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Balikpapan. Penambahan titik pelayanan Pertalite bagi kendaraan roda dua diarahkan untuk mendekatkan layanan dengan wilayah asal konsumen.
Sales Area Manager Kaltimtara PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama, mengatakan pola tersebut diterapkan karena selama ini antrean di sejumlah SPBU dipengaruhi konsumen dari kawasan lain yang datang ke titik pelayanan tertentu.
Hal itu disampaikan Narotama dalam konferensi pers Pemkot Balikpapan bersama Pertamina di Balai Kota Balikpapan, Senin sore (24/8/2026).
Salah satu contohnya adalah konsumen dari Balikpapan Timur yang selama ini banyak mengantre di SPBU Stalkuda dan Sepinggan. Dengan adanya titik pelayanan di Balikpapan Timur, konsumen diharapkan tidak lagi terkonsentrasi di dua lokasi tersebut.
Kondisi serupa terjadi di kawasan Karanganyar yang memiliki antrean kendaraan roda dua cukup tinggi. Pertamina menyiapkan titik pelayanan di Kebun Sayur untuk membagi konsentrasi antrean tersebut.
“Jadi intinya kita menyalurkannya dipecah ya. Bahwa ini tujuannya memecah antrian gitu ya,” kata Narotama.
Pola pemecahan antrean juga diarahkan untuk konsumen dari kawasan KM 4 dan KM 9. Pertamina menyiapkan titik pelayanan di Grand City dan Majestic sebagai bagian dari upaya mendistribusikan konsumen ke sejumlah lokasi.
Dengan strategi tersebut, penambahan SPBU bukan semata-mata untuk memperbanyak lokasi pengisian, tetapi untuk mengubah pola konsentrasi konsumen yang selama ini menumpuk di beberapa SPBU.
Narotama menegaskan, Pertamina berfokus memastikan penyaluran BBM berlangsung di dalam area SPBU. Sementara dampak pengaturan titik pelayanan terhadap kondisi lalu lintas menjadi kewenangan instansi terkait untuk menilainya.
“Tujuannya seperti itu. Begitu juga yang di KM4, KM9 kita pecah di Grand City dan di Majestic gitu. Tujuannya memecah antrian masyarakat,” ujarnya.
Lima titik pelayanan Pertalite untuk kendaraan roda dua yang direncanakan tersebut akan menggunakan kuota yang tersedia pada tahap awal. Pertamina masih menunggu keputusan BPH Migas atas usulan penambahan kuota yang diajukan Pemkot Balikpapan.
Jika tambahan kuota disetujui, pola distribusi tersebut diharapkan dapat semakin optimal dalam mengurai antrean sekaligus menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat.













