Jelang Uji Operasi Kilang Baru, KPB Edukasi Warga soal Potensi Aktivitas Operasi

MARITIMPOST.Com, Balikpapan — PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memberikan edukasi dan informasi dini kepada masyarakat di sekitar perusahaan menjelang fase commissioning dan uji operasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Sosialisasi tersebut menyasar masyarakat di empat kecamatan yang berbatasan langsung dengan area kilang, yakni Balikpapan Utara, Balikpapan Barat, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Kota.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada warga sebelum aktivitas operasi kilang dimulai. Dengan demikian, berbagai kondisi yang mungkin muncul selama fase awal operasi dapat dipahami dengan baik dan tidak menimbulkan kepanikan maupun kesalahpahaman.

VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan Asep Sulaeman mengatakan, informasi dini penting disampaikan mengingat sebagian besar konstruksi fisik unit-unit kilang baru telah rampung.

Pada fase awal operasi, sejumlah aktivitas khas kilang berpotensi terlihat atau terdengar oleh masyarakat. Di antaranya peningkatan nyala flare atau obor yang berlangsung sementara akibat penyesuaian sistem operasi, peningkatan kebisingan dari aktivitas pembersihan pipa menggunakan uap bertekanan tinggi (steam blowing), serta munculnya hembusan uap putih dari proses pemanasan air untuk kebutuhan pembangkitan listrik dan utilitas unit operasi.

Asep menegaskan, uap putih tersebut merupakan uap air murni dan bukan polusi berbahaya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak panik apabila mendapati kondisi tersebut saat kegiatan operasi berlangsung.

Seluruh rangkaian proses tersebut diawasi secara ketat melalui pemantauan kualitas udara dan kebisingan yang dilakukan secara berkala selama 24 jam bersama laboratorium lingkungan independen terakreditasi.

Menurut Asep, keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosialisasi merupakan bagian dari komitmen KPB dalam memberikan edukasi keselamatan dan manajemen kedaruratan kepada masyarakat sejak dini.

PT KPB mengemban amanah untuk mengelola PSN RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan hingga mencapai 360.000 barel per hari, sehingga nantinya menjadi salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia.

Asep menjelaskan, salah satu unit utama dalam pengembangan tersebut adalah Residual Fluid Catalytic Cracker (RFCC). Unit ini mengolah minyak residu menjadi sejumlah produk bahan bakar berkualitas tinggi, seperti Pertamax, Pertalite, Diesel, dan Avtur, serta produk non-BBM berupa LPG dan bahan baku petrokimia.

Sementara itu, Camat Balikpapan Utara Umar Hadi mengungkapkan bahwa informasi awal semacam ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama warga yang lokasi permukimannya berbatasan langsung dengan aset Pertamina.

Menurutnya, forum sosialisasi penting agar masyarakat dapat memahami situasi riil di lapangan terlebih dahulu, alih-alih memperoleh informasi dari kabar yang berkembang tanpa kepastian di media sosial.

Rangkaian sosialisasi di setiap kecamatan juga diisi dengan sesi tanya jawab serta simulasi penanggulangan kebakaran menggunakan kain basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kegiatan tersebut melibatkan para Ketua RT dan tokoh masyarakat sebagai bekal kesiapsiagaan apabila terjadi kondisi kedaruratan.

Selain itu, pengenalan sistem peringatan menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi keselamatan dan edukasi kedaruratan masyarakat. Kegiatan ini digelar bersama jajaran kecamatan, kelurahan, unsur RT, LPM, Katana, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.

Secara keseluruhan, rangkaian edukasi tersebut telah menyasar lebih dari 500 warga yang tinggal di permukiman sekitar kilang.

Penulis: AdminEditor: MaritimPost.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram