MARITIMPOST.Com, Balikpapan — PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kembali memperluas kontribusinya di bidang pendidikan melalui program KPB Mengajar 2026. Tahun ini, program bertajuk “Energi untuk Menginspirasi Negeri” tersebut menyasar sekitar 600 siswa di tiga sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe.
Program yang telah diinisiasi sejak 2024 itu melibatkan para Perwira PT KPB sebagai relawan pengajar. Mereka tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga pengalaman dan motivasi untuk mendorong siswa mengenal lebih dekat isu energi, lingkungan, serta pentingnya membangun karakter positif sejak dini.
KPB Mengajar 2026 dilaksanakan di SD Negeri 028 Penajam Paser Utara, SMP Negeri 4 Balikpapan, dan SMK Negeri 7 Balikpapan. Masing-masing sekolah diikuti sekitar 200 peserta didik sehingga total penerima manfaat mencapai sekitar 600 siswa.
Dalam kegiatan tersebut, relawan pengajar mengemas materi melalui metode interaktif, antara lain permainan edukatif dan kuis. Materi diarahkan untuk memperkenalkan pentingnya penggunaan energi secara bijak, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan karakter dan wawasan siswa.
Selain pembelajaran, para peserta juga mendapatkan sejumlah perlengkapan sekolah untuk mendukung aktivitas pendidikan mereka.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Hasya Yurina Artanti, siswa SD Negeri 028 Penajam Paser Utara, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Permainan tebak-tebakan dan pengenalan proses pengolahan minyak menjadi bagian yang menarik sekaligus menambah wawasannya mengenai industri energi.
Pengalaman serupa dirasakan Fakhrie Zhafran Khairy, siswa SMP Negeri 4 Balikpapan, yang menyambut positif pelaksanaan KPB Mengajar tahun ini.
Tidak hanya siswa, keterlibatan sebagai relawan pengajar juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para Perwira PT KPB. Salah satunya Ray Aditya Rahman yang menilai kesempatan berbagi ilmu dengan pelajar menjadi pengalaman yang bernilai.
Ia berharap siswa tidak berhenti pada pengetahuan mengenai energi yang diperoleh selama kegiatan, tetapi juga terdorong untuk terus belajar, memiliki cita-cita, serta tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.
Program KPB Mengajar juga disebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya agenda pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.
Kepala SMK Negeri 7 Balikpapan Aries Sutriyanto mengapresiasi pelaksanaan KPB Mengajar karena menghadirkan materi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Ia berharap program tersebut dapat dilanjutkan dan diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak sekolah.
Sementara itu, VP Legal & Relation PT KPB Asep Sulaeman mengatakan KPB Mengajar merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, terutama melalui sektor pendidikan.
Menurut dia, edukasi mengenai energi dan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman sekaligus kesiapan menghadapi tantangan di masa depan.
Melalui KPB Mengajar 2026, perusahaan berupaya menjadikan pendidikan sebagai salah satu sarana untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki wawasan, karakter, dan kepedulian terhadap keberlanjutan.













