MARITIMPOST.Com, Balikpapan – Pendekatan pembangunan berbasis komunitas menjadi strategi utama Kecamatan Balikpapan Kota dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya mengandalkan program pemerintah, keterlibatan warga menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan yang dijalankan.
Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, menegaskan bahwa berbagai program yang berjalan saat ini dirancang agar dapat dikelola langsung oleh masyarakat. Hal ini bertujuan menciptakan kemandirian sekaligus keberlanjutan program.
“Memang ini dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat yang kita bentuk, untuk secara mandiri mereka bisa mengelola sampah,” ujarnya.
Konsep ini terlihat jelas dalam pengelolaan rumah maggot yang tersebar di setiap kelurahan. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam operasional program.
Dengan pola tersebut, masyarakat didorong untuk lebih aktif menciptakan peluang ekonomi dari potensi yang ada di lingkungan sekitar. Salah satunya melalui pengelolaan sampah yang bernilai jual.
Rosin menyebutkan bahwa program ini juga membuka peluang kerja baru, karena masyarakat dapat merekrut tenaga kerja tambahan untuk mengelola operasional.
“Dan akhirnya juga bisa menambah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pendekatan serupa juga diterapkan dalam pengembangan sektor wisata kuliner. Pemerintah kecamatan menggandeng koperasi dan warga lokal untuk mengelola kawasan usaha.
Model ini dinilai efektif karena memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat tanpa bergantung penuh pada intervensi pemerintah.
Selain itu, keterlibatan masyarakat juga menciptakan rasa memiliki terhadap program yang dijalankan, sehingga keberlanjutannya lebih terjamin.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Balikpapan Kota menunjukkan bahwa pembangunan berbasis komunitas dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan.













