RDMP Balikpapan Masuki Fase Penting, DPR Pastikan Proyek Strategis Nasional Tepat Waktu

MARITIMPOST.Com, BalikpapanProyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe kini memasuki fase krusial uji coba peralatan (commissioning) serta awal pengoperasian kilang (start-up). Komisi XII DPR RI menegaskan, proyek strategis nasional ini berperan vital dalam mengurangi impor LPG dan memperkuat kemandirian energi.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menyebut Kalimantan Timur kini menjadi simpul energi–industri nasional sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Provinsi Kalimantan Timur tengah bertransformasi menjadi simpul energi–industri nasional sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara. Dengan lonjakan permintaan BBM regional hingga sekitar 10 persen pada 2024, peran RDMP Balikpapan semakin vital,” ujarnya.

Dony menyoroti Unit Saturated Liquefied Petroleum Gas Treater yang sudah mulai berproduksi. Unit ini mampu membersihkan LPG dari sulfur, sehingga menghasilkan produk lebih aman, tidak berbau, dan sesuai standar.

“Jadi kalo kita lihat dari hasil kunjungan kita hari ini kelihatan bahwasannya progress kelihatan, dan memang insya Allah tahun ini sudah mulai produksi. Sebetulnya sekarang sudah produksi karena LPG sudah masuk tangki, jadi mereka ramping up untuk produksinya,” jelas Dony.

Menurutnya, unit ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan impor.

“Ya sekarang ini kan terutama yang sudah masuk ke tangki itu adalah produk dari LPG ya, dan LPG itu kita masih majority kita impor. Jadi dengan adanya produk ini kan juga akan mengurangi impor kita yang pertama. Yang kedua harga impor kita itu tinggi sekali, mahal, jadi dengan adanya ini kebutuhan gas kita juga terbantukan,” tambahnya.

RDMP Balikpapan ditargetkan meningkatkan kapasitas pengolahan dari 260 ribu barel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd. Selain itu, kualitas produk akan naik dari standar EURO II ke EURO V yang lebih ramah lingkungan, sekaligus memperluas kompleksitas kilang agar lebih efisien dan kompetitif.

Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), Asep Sulaeman, menegaskan komitmen perusahaan untuk menuntaskan proyek dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kunjungan ini menjadi energi positif bagi seluruh insan PT KPB dan mitra kerja yang sedang berjuang menyelesaikan RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe. Kami berkomitmen menjaga aspek keselamatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat agar proyek ini membawa manfaat yang luas,” tuturnya.

Dengan dukungan DPR RI, pemerintah, dan masyarakat, RDMP Balikpapan dan Lawe-Lawe diharapkan menjadi tonggak penting kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor migas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram