MARITIMPOST.Com, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperkuat upaya perlindungan anak. Bersama Forum Perlindungan Perempuan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Tengah, program Zero ATS (Anak Tidak Sekolah) resmi dijalankan di Kampung Pustaka (Kampus), Jalan Gunung Rejo, Balikpapan Tengah.
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Umar Adi, menjelaskan bahwa Zero ATS merupakan langkah strategis agar anak-anak di GSU tidak ada lagi yang putus sekolah. Program ini dijalankan melalui mekanisme penjangkauan, baik dari laporan masyarakat maupun hasil identifikasi lapangan, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pendampingan bersama kelurahan, kecamatan, PPATBM, serta lembaga pendidikan.
Kepala Sekolah SKB, Teguh Akbar, menambahkan bahwa pembelajaran untuk peserta Zero ATS dilaksanakan dengan sistem hybrid, yakni kombinasi tatap muka dan pembelajaran mandiri.
Pertemuan rutin hanya berlangsung tiga hari dalam sepekan: Selasa untuk peserta setara SD (paket A), Rabu untuk SMP (paket B), dan Kamis gabungan keduanya. Proses belajar berlangsung pukul 08.00–12.00 dengan dukungan sembilan guru, termasuk dirinya yang ikut turun langsung mengajar karena keterbatasan tenaga pendidik.
“Karena memang salah satu kewajiban dari pendidikan, apalagi kami penyelenggara pendidikan, diwajibkan untuk membantu menurunkan angka anak tidak sekolah,” katanya.
Ketua PPATBM GSU, Sumiati, menjelaskan bahwa peserta program merupakan hasil pendataan profil anak di wilayah GSU. Dari sepuluh anak yang sempat terjaring, delapan kini mengikuti pembelajaran secara rutin, sementara dua lainnya tidak melanjutkan karena pindah domisili dan alasan pribadi.
Menurutnya, upaya penjangkauan masih terus dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah agar lebih banyak anak putus sekolah bisa kembali mengenyam pendidikan.
“Nanti kita cari lagi, siapa tahu ada yang mau lagi. Alhamdulillah kelurahan mendukung kami. SKB juga mau datang,” jelasnya.
Program Zero ATS di GSU telah berjalan sejak 22 Juli 2025. Selama lebih dari satu bulan, mayoritas anak menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran, meski ada yang masih perlu dorongan semangat. Ke depan, selain fokus pada pendidikan dasar, program ini juga direncanakan berkembang dengan pelatihan keterampilan tambahan bagi anak-anak.
Kolaborasi DP3AKB, PPATBM, dan SKB ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah di Balikpapan Tengah sekaligus menjadi contoh nyata sinergi masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan kota ramah anak.













