MARITIMPOST.Com, Berau – Pembangunan konektivitas digital di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dinilai menjadi salah satu kunci mempercepat pemerataan layanan publik sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong perluasan akses telekomunikasi hingga ke kawasan kepulauan dan perbatasan.
Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital, Fadhilah Mathar, mengatakan konektivitas digital kini telah menjadi kebutuhan dasar yang menopang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan hingga sektor ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Fadhilah saat ditemui di Dermaga Wisata Sanggam, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dalam rangkaian kegiatan Infrastruktour 2026 yang meninjau pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi di wilayah kepulauan dan kawasan perbatasan.
“Internet saat ini bukan hanya soal komunikasi. Konektivitas digital menjadi fondasi untuk mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerataan akses menjadi salah satu fokus utama yang terus kami dorong,” ujar Fadhilah.
Menurut perempuan yang akrab disapa Indah itu, BAKTI Komdigi terus berupaya menghadirkan layanan telekomunikasi di wilayah-wilayah dengan tantangan geografis tinggi, termasuk kawasan kepulauan yang membutuhkan dukungan infrastruktur khusus.
Ia menegaskan, pemerataan akses digital merupakan langkah penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah terluar memiliki kesempatan yang setara untuk terhubung dengan dunia digital. Ketika konektivitas hadir, maka berbagai peluang baru juga terbuka, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan hingga pengembangan usaha dan pariwisata lokal,” katanya.
Selain memperluas infrastruktur, BAKTI juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.
Menurut Fadhilah, transformasi digital tidak akan berjalan maksimal jika tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan begitu, manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kehadiran layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah kepulauan Kalimantan Timur dalam beberapa tahun terakhir telah mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pembelajaran daring, pelayanan pemerintahan, layanan kesehatan, hingga pemasaran produk lokal dan promosi destinasi wisata melalui platform digital.
Melalui pengembangan konektivitas yang berkelanjutan, BAKTI Komdigi berharap akses digital dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah di Indonesia, khususnya di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar.













