Manajemen PHE dan Pertamina Drilling Tinjau Rig di Blora, Tekankan Keselamatan Kerja Saat Ramadan

MARITIMPOST.Com, Blora – Jajaran manajemen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Rig PDSI#40.3/DS1500-E di wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4, Sumur Eksplorasi DRJ-001, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah yang bertujuan memperkuat komunikasi antara manajemen dan pekerja lapangan, sekaligus memastikan operasional pengeboran berjalan aman, selamat, dan sesuai standar keselamatan kerja.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PHE Subholding Upstream Awang Lazuardi, Direktur Eksplorasi Muharam Jaya, Direktur Operation Pertamina Drilling Aziz Muslim, VP Eksplorasi Regional 4 Dedi Yusmen, General Manager Zona 11 Zulfikar Akbar, VP Operation Pertamina Drilling Komedi, serta Project Manager RO III Pertamina Drilling Lutfy Faluthi Firdaus.

Dalam kesempatan tersebut, Awang menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan dan MWT merupakan bentuk kepedulian manajemen terhadap para pekerja lapangan.

“Ini adalah wujud kehadiran manajemen untuk memastikan seluruh pekerja menjalankan operasional dengan mengutamakan keselamatan, dan tetap fokus walaupun dalam keadaan berpuasa dan menjelang Hari Raya,” ujar Awang.

Ia juga mengapresiasi kinerja tim rig yang telah menjaga operasional tetap aman dan selamat. Menurutnya, penerapan budaya keselamatan harus terus diperkuat melalui implementasi prinsip keselamatan kerja secara konsisten.

“Tidak ada pekerjaan yang begitu penting hingga harus mengorbankan aspek HSSE. Prinsip No Permit, No Work harus benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Awang menambahkan, pelaksanaan Pre Job Safety Meeting (PJSM) harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya membahas tahapan pekerjaan, tetapi juga mengidentifikasi potensi bahaya serta langkah mitigasi risiko. Selain itu, setiap pekerjaan wajib diawali dengan permit meeting sebagai bagian dari pengendalian risiko.

Sementara itu, Direktur Operation Pertamina Drilling, Aziz Muslim, turut mengapresiasi kinerja tim Rig PDSI#40.3 yang berhasil menjaga keselamatan kerja. Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya keselamatan yang dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti disiplin mengikuti tailgate meeting, berani menerapkan Stop Work Authority (SWA) saat menemukan kondisi tidak aman, serta meningkatkan kualitas komunikasi dalam setiap PJSM.

Menurutnya, upaya tersebut penting agar budaya keselamatan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diterapkan dalam setiap aktivitas kerja di lapangan.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan di lingkungan industri migas, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pekerja bahwa aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Template Broadcast Berita

🔵 Berita Terbaru MaritimPost.comBaca selengkapnya:
Follow by Email
Instagram